BERITA TERKINI
AS Ajukan Proposal Diplomatik 15 Poin ke Iran Lewat Pakistan untuk Dorong Penghentian Konflik

AS Ajukan Proposal Diplomatik 15 Poin ke Iran Lewat Pakistan untuk Dorong Penghentian Konflik

Amerika Serikat dikabarkan mengajukan proposal diplomatik berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya menghentikan konflik bersenjata yang terus meluas di Timur Tengah. Dua pejabat yang mengetahui proses diplomasi tersebut menyebut dokumen itu disampaikan melalui Pakistan sebagai pihak perantara.

Hingga kini, belum ada kejelasan sejauh mana proposal tersebut telah dibahas oleh otoritas Iran maupun peluangnya diterima sebagai dasar perundingan. Mengutip laporan The New York Times, dua pejabat AS yang menyampaikan informasi itu secara anonim mengatakan garis besar proposal menyoroti program rudal balistik dan nuklir Iran.

Selain itu, skema penghentian konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran juga membahas rute maritim. Hal ini merujuk pada Selat Hormuz, yang disebut saat ini telah dibuka untuk perlintasan kapal selain yang berafiliasi dengan AS dan Israel.

Memasuki pekan keempat konflik, para pejabat Israel memperkirakan perang akan berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Perkiraan itu sejalan dengan pernyataan sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menyebut diplomasi sedang berlangsung, tetapi operasi militer tetap berlanjut.

“Saat Presiden Trump dan para negosiatornya menjajaki kemungkinan diplomasi yang baru ini, Operasi Epic Fury terus berlanjut tanpa henti untuk mencapai tujuan militer yang telah ditetapkan oleh panglima tertinggi dan Pentagon,” kata Leavitt dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Marsekal Syed Asim Munir, Panglima Angkatan Darat Pakistan, disebut ditunjuk menjadi juru bicara utama antara AS dan Iran. Mesir dan Turki juga disebut turut berperan mendorong Iran agar terlibat secara konstruktif dalam diplomasi.

“Marsekal Lapangan Munir diyakini memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang menempatkannya pada posisi untuk menyampaikan pesan antara pihak-pihak yang bertikai,” ujar seorang pejabat AS.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut menyatakan dukungan terhadap upaya dialog untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. “Dengan persetujuan dari AS dan Iran, Pakistan siap dan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah guna memfasilitasi pembicaraan yang bermakna dan tuntas untuk penyelesaian komprehensif atas konflik yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Di sisi lain, pejabat AS menilai Iran akan kesulitan memberikan tanggapan cepat terhadap inisiatif tersebut. Mereka menyebut komunikasi internal di kalangan pejabat senior Iran sedang mengalami kendala, disertai kekhawatiran akan serangan Israel jika pertemuan dilakukan secara langsung.