Arab Saudi menyerukan komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga keamanan Selat Hormuz menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan Iran di kawasan. Riyadh menilai gangguan di jalur strategis tersebut dapat mengancam lalu lintas energi dunia dan memicu guncangan ekonomi global.
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dalam konferensi pers di Kediaman Dubes Arab Saudi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026).
Menurut Faisal, Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi kapal-kapal internasional. Ia menekankan bahwa setiap tindakan yang mengganggu keamanan di kawasan tersebut akan berdampak luas terhadap perekonomian global.
Faisal juga menyampaikan kecaman Arab Saudi terhadap tindakan Iran yang disebut menargetkan sejumlah fasilitas vital, termasuk jalur perairan yang menjadi pusat mobilitas energi dunia. Ia menilai tindakan itu berbahaya bukan hanya bagi negara-negara Teluk, tetapi juga bagi dunia karena berpotensi mengganggu keamanan energi dan stabilitas ekonomi global.
Ia menyebut serangan Iran telah mengenai target sipil, fasilitas energi, serta titik-titik penting yang berkaitan dengan distribusi minyak di kawasan.
Dalam kesempatan itu, Faisal menyoroti menguatnya dukungan internasional untuk menghentikan eskalasi. Ia merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang disebut didukung 136 negara dan meminta Iran segera menghentikan seluruh bentuk serangan di kawasan, termasuk gangguan di perairan Teluk dan Selat Hormuz.
Faisal mengingatkan bahwa negara-negara berkembang akan menjadi pihak yang paling terdampak apabila jalur energi terganggu. Menurutnya, banyak negara bergantung pada stabilitas distribusi minyak untuk menopang pemulihan ekonomi.
Ia menegaskan keamanan energi merupakan faktor penting bagi perekonomian dunia. Jika distribusi energi terhenti, dampaknya tidak hanya dirasakan negara penghasil, tetapi juga negara berkembang yang bergantung pada pasokan energi.

