Konferensi dan Pameran Pendidikan Internasional Regional Asia-Pasifik (APAIE) 2026 resmi dibuka dengan mengusung tema “Kerja Sama Asia-Pasifik untuk Manfaat Global”. Dalam pidato pembukaan, Venky Shankararaman menyebut APAIE 2026 sebagai acara dan pameran terbesar sejak organisasi tersebut didirikan, dengan partisipasi lebih dari 3.000 delegasi dari hampir 70 negara dan wilayah.
Presiden APAIE menegaskan pentingnya kawasan Asia-Pasifik serta perlunya kerja sama antarnegara anggota dan lembaga pendidikan. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk memperluas dan meningkatkan kualitas pelatihan sumber daya manusia demi kepentingan bersama setiap bangsa dan umat manusia.
Di sela-sela upacara pembukaan, Direktur Departemen Kerja Sama Internasional Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Nguyen Thu Thuy, menyatakan bahwa penampilan pertama Vietnam sebagai “Paviliun Nasional” di APAIE 2026 bukan sekadar kegiatan promosi. Ia menyebut langkah tersebut sebagai strategi untuk mewujudkan visi menjadikan Vietnam pusat penelitian dan pelatihan internasional baru di kawasan Asia-Pasifik.
Nguyen Thu Thuy menjelaskan, partisipasi Vietnam menitikberatkan pada sejumlah tujuan diplomatik, antara lain mendorong pendaftaran mahasiswa internasional dan menyeimbangkan arus pendidikan, menarik investasi asing langsung (FDI) di bidang pendidikan, menarik ilmuwan serta dosen Vietnam dan internasional untuk bekerja di Vietnam, memperkuat diplomasi pendidikan, dan mengembangkan citra pendidikan Vietnam.
“APAIE 2026 adalah batu loncatan bagi universitas-universitas Vietnam untuk menegaskan posisi mereka di pasar pendidikan global yang sangat kompetitif, sehingga membangun kepercayaan dengan investor, ilmuwan, dan mahasiswa di seluruh dunia,” ujar Thuy.
Delegasi Vietnam yang dipimpin Kementerian Pendidikan dan Pelatihan terdiri dari 17 lembaga pendidikan tinggi dan organisasi pendidikan. Delegasi ini disebut mewakili keragaman dan kekuatan sistem pendidikan Vietnam, khususnya pendidikan tinggi.
Stan pameran Vietnam menampilkan pesan tentang sistem pendidikan tinggi yang dinamis, dengan penekanan pada pelatihan berkualitas, pengembangan penelitian ilmiah, serta peningkatan integrasi internasional. Stan tersebut berada di lokasi pusat dengan luas sekitar 100 meter persegi dan dilengkapi puluhan stan informasi bagi unit peserta untuk bertukar gagasan serta bertemu mitra. Kehadiran paviliun ini dilaporkan menarik perhatian delegasi dan media di Hong Kong.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 23–28 Februari, delegasi Vietnam tidak hanya menggelar pameran, tetapi juga mengikuti sesi seminar, mempresentasikan kebijakan untuk menarik investasi di sektor pendidikan, serta mengadakan pertemuan dan pertukaran dengan mitra.
APAIE merupakan singkatan dari Asia-Pacific Association for International Education. Organisasi ini didirikan di Seoul, Korea Selatan, pada 2004 oleh sekelompok 13 universitas, dengan tujuan mempromosikan nilai pendidikan, memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan, mendukung dan memperkaya program kerja sama serta pertukaran internasional, dan menghubungkan organisasi pendidikan di kawasan Asia-Pasifik dengan dunia.
Adapun 17 lembaga pendidikan tinggi dan organisasi pendidikan yang disebut berpartisipasi dalam Paviliun Vietnam mencakup sejumlah kelompok. Dari kelompok universitas besar dan lembaga pelatihan utama, terdapat Universitas Nasional Vietnam Ho Chi Minh City serta Universitas Ekonomi Ho Chi Minh City (UEH).
Dari kelompok lembaga pelatihan teknik dan teknologi, tercantum Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh – Universitas Nasional Vietnam, Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh, Universitas Pertambangan dan Geologi Hanoi, serta Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh (HUTECH).
Kelompok universitas internasional dan model kemitraan internasional meliputi RMIT Vietnam, Universitas VinUni, Universitas Fulbright Vietnam, Universitas Vietnam-Jepang (Universitas Nasional Vietnam, Hanoi), Universitas Vietnam-Jerman, Institut Teknologi Asia (AIT), serta Universitas Sains dan Teknologi, Hanoi (USTH).
Selain itu, terdapat lembaga pelatihan lain yang disebut ikut serta, yakni Akademi Keuangan, Universitas Phenikaa, Universitas Pendidikan Kota Ho Chi Minh, dan Universitas Van Lang.

