BERITA TERKINI
Anggota DPRD Bondowoso Pilih Naik Becak ke Kantor sebagai Ajakan Hemat Energi

Anggota DPRD Bondowoso Pilih Naik Becak ke Kantor sebagai Ajakan Hemat Energi

BONDOWOSO — Anggota DPRD Bondowoso, H Tohari, memberi contoh penghematan energi dengan memanfaatkan transportasi tradisional tanpa bahan bakar. Ia memilih berangkat ke kantor menggunakan becak kayuh sebagai bentuk respons atas situasi global yang dinilai berpotensi memicu krisis energi.

Tohari menyinggung memanasnya konflik internasional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang disebut berdampak pada penutupan serta pembatasan akses di Selat Hormuz. Ia menyebut jalur tersebut menjadi salah satu rute vital perdagangan minyak dunia.

Menurutnya, kondisi itu memunculkan kekhawatiran terganggunya distribusi energi dan berisiko memicu kenaikan harga bahan bakar maupun kebutuhan pokok di dalam negeri. “Kalau kita tidak mulai dari sekarang untuk berhemat, dampaknya bisa terasa sampai ke masyarakat kecil. Saya ingin memberi contoh, meski sederhana,” kata Tohari, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah naik becak merupakan simbol ajakan kepada masyarakat agar mulai berhemat energi, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak. Tohari juga menyampaikan bahwa kebiasaan hidup hemat energi seharusnya dibangun dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat luas.

“Dengan langkah kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, diharapkan bisa menjadi gerakan bersama dalam menghadapi ketidakpastian global,” ujarnya.

Selain itu, Tohari menilai penggunaan becak dapat ikut menggerakkan ekonomi lokal karena memberi penghasilan bagi tukang becak.

Dalam perjalanannya, Tohari berangkat dari rumahnya di Maesan menggunakan mobil pribadi, lalu menitipkan kendaraan di Kembang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan becak menuju wisma Ketua DPRD, Kantor DPC PKB, dan kantor DPRD di Tenggarang.

Ia menyebut tarif becak bervariasi tergantung jarak, berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Menurutnya, setiap berpindah lokasi ia menggunakan tukang becak yang berbeda.