BERITA TERKINI
Anggota DPRD Bondowoso Pilih Naik Becak ke Kantor sebagai Ajakan Hemat Energi

Anggota DPRD Bondowoso Pilih Naik Becak ke Kantor sebagai Ajakan Hemat Energi

BONDOWOSO — Anggota DPRD Bondowoso, H Tohari, menunjukkan contoh penghematan energi dengan memilih transportasi tradisional tanpa bahan bakar saat berangkat menjalankan aktivitas kedinasan.

Tohari menyampaikan langkah tersebut di tengah memanasnya konflik internasional Iran dan Israel yang disebut berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Ia menuturkan, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan tersebut, sehingga gangguan akses memicu kekhawatiran krisis energi di sejumlah negara, termasuk kelangkaan BBM dan lonjakan harga.

Menurut Tohari, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengimbau masyarakat untuk menghemat BBM dan gas elpiji. Ia pun memilih cara sederhana untuk menindaklanjuti imbauan itu dengan memberi teladan langsung.

“Aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik bersenjata yang melibatkan Iran dan Israel dengan dukungan Amerika Serikat, telah memicu gangguan distribusi energi dunia,” kata Tohari, Minggu (29/3/2026).

Pria yang juga Ketua Komisi II DPRD Bondowoso itu menilai naik becak merupakan simbol ajakan kepada masyarakat agar mulai berhemat energi, terutama penggunaan bahan bakar minyak. Ia mengingatkan, dampak konflik global berpotensi mendorong kenaikan harga BBM hingga kebutuhan pokok di dalam negeri.

“Kalau kita tidak mulai dari sekarang untuk berhemat, dampaknya bisa terasa sampai ke masyarakat kecil. Saya ingin memberi contoh, meski sederhana,” ujarnya. Ia juga menekankan kebiasaan hidup hemat energi perlu dibangun dari lingkungan pemerintahan hingga masyarakat luas.

Tohari berharap langkah kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dapat mendorong gerakan bersama menghadapi ketidakpastian global. Ia juga menilai aksi tersebut dapat ikut menggerakkan ekonomi lokal karena memberi penghasilan bagi tukang becak.

Dalam perjalanannya, Tohari berangkat dari rumahnya di Maesan menggunakan mobil pribadi, lalu menitipkan kendaraan di Kembang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan becak menuju wisma Ketua DPRD, Kantor DPC PKB, dan kantor DPRD di Tenggarang.

Ia menjelaskan tarif becak bervariasi sesuai jarak, berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Untuk setiap perpindahan lokasi, ia menggunakan tukang becak yang berbeda sehingga pengemudi tidak perlu menunggu.