Sejumlah analis memperingatkan lonjakan harga minyak hingga 150 dolar AS per barel berpotensi menekan perekonomian global. Risiko tersebut dinilai meningkat apabila konflik antara AS dan Israel melawan Iran terus berlanjut.
Menurut analis, kenaikan harga minyak ke level tersebut dapat memicu dampak serius terhadap berbagai sektor ekonomi di banyak negara. Kondisi ini terutama dikhawatirkan terjadi jika eskalasi konflik berlanjut dan mempengaruhi stabilitas pasar energi.

