Noegroho Darmo Samodra, alumnus Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2013, kini mengemban tugas sebagai Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito, Ekuador. Perannya menegaskan bahwa diplomasi tidak selalu terbatas pada urusan politik, tetapi juga dapat dijalankan melalui seni dan budaya.
Noegroho memulai karier internasionalnya pada 2020 setelah mengikuti seleksi pegawai setempat di lingkungan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Berbekal kemampuan bahasa Spanyol, ia ditempatkan di KBRI Santiago, Chile, sebelum kemudian bertugas di KBRI Quito, Ekuador.
“Diplomasi tidak selalu berbicara soal politik. Lewat seni dan budaya, masyarakat bisa mengenal Indonesia lebih dekat. Dari situ hubungan antarnegara menjadi lebih hangat,” kata Noegroho, dikutip dari rilis Humas UMM, Selasa (24/2/2026).
Selama menempuh pendidikan di UMM, Noegroho aktif dalam organisasi kemahasiswaan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Olahraga, Seni, dan Budaya di BEM FISIP UMM serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di BEM Universitas.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi di kampus ikut membentuk cara ia bekerja saat ini. “Saya belajar mengelola tim, berkomunikasi dengan banyak pihak, dan menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Di akhir, Noegroho menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu mencoba peluang yang ada. “Membangun karier memang tidak mudah. Tapi kalau ada kesempatan, jalani saja. Kita tidak pernah tahu jalan ke depan seperti apa. Yang penting ikhtiar dulu,” tutupnya.

