Indonesia dan Malaysia menggelar kompetisi lari serentak bertajuk Alumni Run Putrajaya-Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Kegiatan ini digelar untuk mempererat persahabatan sekaligus menumbuhkan solidaritas di antara para alumni perguruan tinggi kedua negara.
Agenda olahraga tersebut berlangsung di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Senayan, Jakarta. Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang juga menjadi penanda eratnya hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia yang telah berjalan hampir 70 tahun.
Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi, menilai hubungan antarmasyarakat menjadi penggerak utama kedekatan kedua negara. Ia menyebut relasi di tingkat rakyat berperan memperkuat jalinan kesepahaman dan persahabatan Indonesia-Malaysia.
Farzamie juga menyoroti pentingnya mobilitas warga antara Jakarta dan Putrajaya, serta komunikasi yang harmonis di tingkat pemerintahan. Menurut dia, kerja sama tersebut diyakini dapat turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Ia menambahkan, faktor lain yang mengukuhkan kerja sama kedua negara adalah hubungan antarmahasiswa dan kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi.
Direktur Education Malaysia Indonesia (EMI), Hasnul Faizal Hushin Amri, menyatakan harapan agar kerja sama Indonesia-Malaysia semakin baik, khususnya di bidang pendidikan. Ia menyebut kedua negara sebagai saudara serumpun dan negara tetangga yang diharapkan dapat saling mendukung dalam pembangunan, termasuk menuju target Indonesia Emas 2045.
Hasnul juga menyampaikan komitmen untuk terus mendorong keterlibatan alumni melalui program olahraga rutin yang dilaksanakan setahun sekali. Ia menambahkan, terdapat pelajar Malaysia yang menempuh pendidikan di Indonesia dan terlibat dalam organisasi seperti IKAPIM serta PKPM, yang menurutnya menunjukkan kerja sama yang berjalan baik.
Dari pihak Indonesia, Deputi pada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Riza Adha Damanik, menilai ajang lari bersama ini dapat menjadi strategi diplomasi publik untuk memperkuat hubungan kedua negara. Ia mengatakan olahraga dapat menjadi media untuk mendorong kesehatan sekaligus produktivitas.
Riza juga menyebut kegiatan fisik luar ruangan dapat menjadi jembatan yang menyatukan berbagai elemen sosial. Menurutnya, pendekatan melalui olahraga memberikan sudut pandang berbeda dalam membangun keakraban dan menjaga keharmonisan hubungan Indonesia-Malaysia.