Ratusan alumni perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia menggelar kegiatan olahraga bersama secara serentak di Jakarta dan Putrajaya, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mempererat kerja sama lintas batas melalui jejaring komunitas alumni kedua negara.
Dalam kegiatan bertajuk Alumni Run Putrajaya-Jakarta itu, kerja sama pendidikan disebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerukunan dan solidaritas masyarakat serumpun. Keharmonisan hubungan kedua bangsa juga tercermin dari intensitas pertukaran pelajar yang dinilai tinggi di lingkungan kementerian terkait.
Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi, menyampaikan perkembangan hubungan diplomatik Malaysia dan Indonesia. Ia mengapresiasi kedekatan komunikasi antarpemimpin kedua negara.
“Hubungan antara kedua negara berada pada tahap yang terbaik semenjak Presiden Prabowo dilantik pada 2024. Sudah ada lima lawatan negara oleh Presiden ke Malaysia,” ujar Farzamie usai melepas peserta Alumni Run Putrajaya-Jakarta.
Ia menambahkan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim juga telah melakukan beberapa lawatan ke Indonesia. “Antara Presiden dan Perdana Menteri itu hubungannya amat akrab sekali,” katanya.
Farzamie menilai kegiatan tersebut penting karena hubungan antarmasyarakat menjadi penggerak utama dalam memperkuat jalinan muafakat dan muhibah antara Malaysia dan Indonesia. Menurutnya, pertemuan semacam ini juga menjadi wadah strategis untuk membangun kerukunan melalui interaksi sosial yang dilakukan secara rutin.
Direktur Education Malaysia Indonesia (EMI), Hasnul Faizal Hushin Amri, menjelaskan keterlibatan organisasi alumni dan pelajar dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut terdapat pelajar Malaysia yang menempuh pendidikan di Indonesia, termasuk yang tergabung dalam IKAPIM, serta organisasi pelajar Malaysia di Indonesia seperti PKPM.
“So memang kerja sama yang baik juga sama IKAPIM,” kata Hasnul.
Hasnul juga menyampaikan harapan agar kerja sama pendidikan kedua negara terus diperluas, termasuk dalam saling mendukung pembangunan sumber daya manusia. Ia menyebut kerja sama tersebut diharapkan berkontribusi terhadap agenda pembangunan, termasuk menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana (OC) Alumni Run, Elwin Setia Avietta, memaparkan komposisi peserta pada kegiatan di Jakarta. Ia menyebut hampir 75 persen peserta merupakan alumni, sementara sisanya didominasi anak muda yang ingin mengetahui lebih jauh pengalaman kuliah di Malaysia.
“Alumni cukup banyak dan beberapa juga menempati posisi-posisi strategis di kabinet sekarang. Yang ikut acara ini hampir 75 persen alumni,” ujar Elwin.
Elwin menambahkan, Kedutaan Besar Malaysia turut memfasilitasi layanan konsultasi pendidikan dalam acara tersebut. Menurutnya, peserta dapat memperoleh informasi lebih mendalam mengenai sistem perkuliahan di universitas rekanan serta peluang beasiswa melalui kehadiran konsultan pendidikan yang disiapkan.
“Dari embassy sudah menyiapkan juga. Jadi memang kita bekerja sama dengan Embassy Malaysia yang di Jakarta untuk melakukan education consultant di acara ini,” ucapnya.