Mataram — Akademisi Hubungan Internasional Universitas Mataram (Unram) Ahmad Mubarak Munir menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada KTT ke-47 ASEAN menunjukkan keinginan untuk memastikan stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Munir, stabilitas politik dan keamanan yang kondusif berkaitan langsung dengan pertumbuhan serta perkembangan ekonomi. Ia menekankan bahwa kawasan ASEAN yang stabil akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi agar tidak menjadi carut-marut.
Munir yang juga Kepala Laboratorium Pusat Studi ASEAN Universitas Mataram menggarisbawahi dua poin penting dalam pidato tersebut, yakni kerja sama keamanan dan kerja sama pangan. Ia menilai kedua topik itu selaras dengan cita-cita yang ingin diproyeksikan Prabowo dalam politik luar negeri.
Ia menambahkan, isu pangan juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang tengah dijalankan, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Munir menyebut program itu memiliki tujuan jangka panjang untuk memperkuat pangan secara kolaboratif demi pertumbuhan ekonomi ke depan.
Munir menilai stabilitas pangan, baik dari aspek pasokan maupun permintaan, merupakan isu krusial yang berkaitan dengan sektor ekonomi lainnya. Karena itu, ia memandang penegasan mengenai stabilitas keamanan kawasan menjadi poin utama dalam pidato tersebut.
Munir juga menyinggung KTT ASEAN Plus Three yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 27 Oktober 2025. Menurutnya, forum itu menjadi bagian penting dalam menjaga kerangka kerja sama negara-negara di Asia Tenggara karena menjembatani kawasan dengan tiga negara besar Asia Timur, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan.
Ia menilai momentum tersebut penting bagi ASEAN untuk memastikan stabilitas keamanan politik di Asia Tenggara tetap terjaga, mengingat dinamika kawasan tidak bisa dilepaskan dari peran China, Jepang, dan Korea Selatan.

