Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia ditunjuk International Civil Aviation Organization (ICAO) sebagai Chairperson APAC Project 30/10 Task Force untuk memimpin implementasi peningkatan efisiensi ruang udara di kawasan Asia Pasifik.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan negara-negara di kawasan terhadap kapasitas Indonesia dalam memimpin koordinasi lintas negara di sektor navigasi penerbangan. Menurutnya, AirNav Indonesia dinominasikan oleh Malaysia dan mendapat dukungan penuh dari anggota ICAO Asia Pasifik lainnya, antara lain Mongolia, Pakistan, Singapura, dan Thailand.
Setio menilai penunjukan itu juga menegaskan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam mendukung implementasi transformasi navigasi udara, khususnya di Asia Pasifik.
APAC Project 30/10 Task Force merupakan bagian dari implementasi Project 30/10, sebuah inisiatif global ICAO yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan ruang udara melalui optimalisasi pengaturan jarak antar pesawat (separation minima) dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Setio menjelaskan, dalam beberapa dekade terakhir peningkatan kapasitas penerbangan umumnya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik seperti bandara dan landasan pacu. Melalui Project 30/10, pendekatan tersebut mulai bergeser ke arah optimalisasi sistem. Ia menambahkan, efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja dan daya saing industri penerbangan.
Ia juga menyoroti tantangan implementasi kebijakan di Asia Pasifik karena perbedaan tingkat kesiapan teknologi, regulasi, serta karakteristik ruang udara antarnegara. Karena itu, program tersebut disebut membutuhkan pendekatan kolaboratif antarnegara dengan tingkat kesiapan yang berbeda, dengan fokus memastikan efisiensi tercapai tanpa mengurangi aspek keselamatan.
Selain efisiensi operasional, Setio menyampaikan agenda keberlanjutan juga menjadi fokus ICAO. Optimalisasi ruang udara dinilai mendukung pengelolaan penerbangan yang lebih efisien dan diyakini berkontribusi terhadap upaya peningkatan kinerja lingkungan di sektor aviasi.
Dalam rangka pelaksanaan proyek tersebut, AirNav Indonesia juga ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan perdana APAC Project 30/10 Task Force di Tangerang, Banten, pada 16–18 Juni 2026. Setio mengatakan, Sekretariat ICAO menyampaikan apresiasi kepada AirNav Indonesia atas kesediaannya menjadi tuan rumah pertemuan itu.
Ia menambahkan, agenda pertemuan akan membahas sejumlah isu penting dan menjadwalkan kunjungan peserta ke Jakarta Air Traffic Control Centre (JATSC) yang dikelola AirNav Indonesia. Menurutnya, peserta juga ingin melihat implementasi sistem baru AirNav Indonesia, yakni ATMAS, yang digunakan untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan navigasi nasional.