Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi global. Saat pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan stagnan di kisaran 3 persen, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year).
Airlangga mengatakan capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan tertinggi kedua di kelompok G20 pada kuartal keempat, berada di bawah India yang disebut mencatat pertumbuhan 7,4 persen.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Airlangga, di tengah tekanan global, sejumlah lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan ekonomi dunia hanya tumbuh sekitar 2,9–3,1 persen pada periode 2025–2026. Ia juga menyebut perdagangan global diprediksi melemah ke level 2,4 persen.
Meski demikian, Airlangga menilai Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan, terutama karena kuatnya permintaan domestik. Ia menjelaskan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen, didorong stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur besar keagamaan.

