AIESEC in Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian forum diskusi ekonomi The Quarterly Review 2026 yang diselenggarakan B-Universe pada Selasa, 28 April 2026, di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Kehadiran perwakilan AIESEC disebut menjadi bagian dari keterlibatan generasi muda untuk memahami dinamika ekonomi global bersama pemerintah, ekonom, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi AIESEC in Indonesia dan B-Universe ini diarahkan untuk membuka ruang diskusi yang relevan dan edukatif bagi anak muda mengenai isu ekonomi internasional yang berdampak pada Indonesia. Salah satu perhatian dalam forum tersebut adalah situasi global yang dipengaruhi eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian acara adalah Investor Daily Round bertajuk “Menakar Denyut Ekonomi, Akselerasi Pertumbuhan di Tengah Gejolak Global”. Forum ini menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto sebagai narasumber utama, dengan Komisaris Utama B-Universe Enggartiasto Lukita sebagai pemandu.
Selain itu, The Quarterly Review 2026 juga menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjaga Kendali Kemudi Ekonomi Negeri: Perkuat Jangkar Stabilitas di Tengah Gejolak Global”. Diskusi ini menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Josua Pardede (Chief Economist PT Bank Permata Tbk), Christina Ruth Elisabeth (LPEM FEB Universitas Indonesia), Hendra Wardana (Founder Republik Investor), serta Rully Arya Wisnubrata (Mirae Asset Sekuritas Indonesia).
Melalui rangkaian forum tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional, arah kebijakan investasi, serta tantangan yang berpotensi muncul akibat dinamika ekonomi global. Keterlibatan AIESEC in Indonesia juga dipandang sebagai upaya menghadirkan ruang diskusi kritis bagi anak muda.
Anditta Marsha Aqila, Local Head of External Relations AIESEC in UPNVJ, menilai forum tersebut memberikan perspektif yang relevan terhadap kondisi ekonomi saat ini. “Roundtable kali ini lumayan menarik dan sangat relevan ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat eskalasi konflik Iran dan US. Kita dapat mempelajari langkah-langkah dan strategi yang akan diambil oleh indonesia termasuk para investor di tengah situasi ini melalui talkshow dengan Pak Airlangga beserta FGD dengan para pakar-pakar ekonomi,” ujarnya.
Antusiasme peserta juga tampak dari keterlibatan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah anak muda menunjukkan ketertarikan terhadap isu ekonomi global serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan Indonesia.
Sheza Elnanda, Staff of Outreach AIESEC in UPNVJ, menyampaikan forum ini membantu generasi muda memahami pentingnya literasi ekonomi dan kebijakan publik. “Sebagai anak muda yang mengikuti forum diskusi ini kami melihat bahwa dinamika ekonomi global saat ini bukan lagi sesuatu yang jauh dari keseharian kita. Konflik seperti antara Iran dan Amerika Serikat, serta kebijakan dalam negeri seperti MBG, menunjukkan bahwa arah kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan peluang di masa depan. Dari forum ini, terutama melalui pemaparan beberapa narasumber berpengaruh termasuk Pak Airlangga Hartarto, saya semakin memahami bahwa penting bagi generasi muda untuk tidak hanya mengikuti, tetapi juga memahami dan menilai kebijakan ekonomi secara kritis sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan bangsa,” kata Sheza.
Kolaborasi AIESEC in Indonesia dan B-Universe melalui The Quarterly Review 2026 diharapkan memperluas keterlibatan generasi muda dalam memahami isu ekonomi dan sosial secara lebih kritis. Forum ini juga menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan berbagai perspektif untuk membangun pemahaman bersama terhadap tantangan global yang dihadapi Indonesia.