Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa Iran masih berada di jalur untuk tampil pada Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Jenderal AFC, Windsor John, di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait partisipasi Iran akibat situasi geopolitik, meski Menteri Olahraga Iran sebelumnya menyatakan keberatan untuk berlaga di Amerika Utara.
Posisi Iran dalam turnamen yang diperluas menjadi 48 tim itu menjadi sorotan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sejak dimulainya serangan Israel–Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari, persiapan tim nasional Iran disebut terganggu. Salah satu pemicunya adalah ketidakhadiran Iran dalam pertemuan persiapan wajib FIFA di Atlanta pekan lalu, yang memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan penarikan diri.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan telah menerima jaminan keamanan dari Washington. Namun, pemerintah Amerika Serikat kemudian mengisyaratkan bahwa menampung atlet Iran di Los Angeles dan Seattle dapat menimbulkan “risiko keamanan yang signifikan”, sehingga memicu ketidakpastian baru menjelang turnamen.
Menanggapi isu tersebut, Windsor John menekankan bahwa AFC menganggap Iran tetap akan berpartisipasi. “Mereka adalah anggota kami. Kami ingin mereka bertanding. Sejauh yang kami ketahui, Iran akan bertanding,” ujarnya. Ia menyebut situasi saat ini sangat emosional dan banyak pernyataan bermunculan, tetapi keputusan akhir berada pada federasi sepak bola Iran. Menurut John, hingga saat ini federasi Iran telah memberi tahu AFC bahwa mereka akan berangkat ke Piala Dunia.
Kontroversi semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang menyinggung kekhawatiran soal “nyawa dan keselamatan” para pemain Iran. Trump juga menyiratkan partisipasi Iran mungkin tidak pantas dengan kondisi keamanan saat ini, meski pada saat lain menyatakan tim tersebut tetap disambut, dan pernah mengatakan tidak peduli apakah Iran ikut serta atau tidak.
Di tengah pernyataan itu, tim nasional Iran melalui media sosial menegaskan hak mereka untuk bertanding, dengan menyatakan “tidak ada yang bisa menghalangi” mereka dari ajang tersebut. Iran yang berada di peringkat ke-20 dunia disebut akan berada satu grup dengan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Dari Teheran, pemerintah Iran meminta FIFA merespons pernyataan yang datang dari Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai bahwa bila negara tuan rumah tidak dapat menjamin keselamatan semua peserta, hal itu mempertanyakan kemampuan mereka menyelenggarakan turnamen. “FIFA adalah penyelenggara Piala Dunia,” kata Baghaei. Ia menambahkan, peringatan di tingkat tertinggi mengenai lingkungan yang tidak aman bagi pemain Iran menunjukkan negara tuan rumah “tampaknya tidak memiliki kapasitas dan kemampuan” untuk memberikan keamanan bagi acara olahraga tersebut.
Meski Infantino sebelumnya mengindikasikan telah menerima jaminan terkait sambutan bagi Iran, badan sepak bola dunia itu disebut belum memberikan tanggapan atas pertukaran pernyataan terbaru. Sementara itu, Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali sebelumnya mengatakan kepada televisi negara bahwa situasi saat ini membuat pertandingan menjadi “tidak mungkin”, namun penarikan diri belum dikonfirmasi.
Iran termasuk negara yang lebih awal memastikan tiket kualifikasi. Disebutkan pula bahwa dalam 75 tahun terakhir belum ada tim yang menolak tempat di Piala Dunia yang mereka raih di lapangan. Bagi Iran yang berpeluang tampil untuk kali keempat berturut-turut, perkembangan ini menempatkan kepentingan olahraga dan dinamika politik dalam sorotan yang sama.

