Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya menanggapi kabar yang beredar mengenai kemungkinan Iran mundur dari Piala Dunia 2026. AFC menyatakan masih memantau perkembangan terkait keikutsertaan negara tersebut di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Nasib Iran di Piala Dunia 2026 belakangan menjadi sorotan setelah muncul isu bahwa negara pemilik tiga gelar Piala Asia itu dapat menarik diri. Kabar tersebut dikaitkan dengan persoalan geopolitik Iran dengan Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen. Isu itu sebelumnya disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, dan memicu berbagai reaksi, termasuk dari FIFA dan Amerika Serikat.
Meski demikian, hingga kini Iran melalui asosiasi sepak bolanya, FFIRI, belum mengeluarkan pernyataan maupun keputusan resmi. AFC pun sempat tidak langsung memberikan respons, sebelum akhirnya angkat bicara melalui Sekretaris Jenderal AFC, Windsor Paul John.
Dalam konferensi pers di markas AFC, Windsor menyatakan belum ada keputusan mengenai Iran yang menarik diri dari Piala Dunia 2026. Ia menegaskan, untuk saat ini Iran masih berstatus peserta.
“Kami memantau apakah mereka akan bermain atau tidak, tetapi saat ini mereka akan bermain,” kata Windsor, dikutip dari Sportbible, Senin (16/3).
Windsor juga menyampaikan harapan agar Iran tetap menjadi wakil Asia di Piala Dunia 2026. Menurutnya, Iran merupakan salah satu kekuatan utama di benua tersebut, dengan posisi peringkat 20 dunia dalam ranking FIFA, dan menjadi tim nomor dua Asia tepat di bawah Jepang (19).
“Iran adalah tim papan atas (Asia). Kami berharap Iran akan menyelesaikan masalah mereka dan dapat berpartisipasi,” ujar Windsor.
Sebelumnya, FIFA melalui Presiden Gianni Infantino menyatakan telah memberikan jaminan keamanan kepada Iran. Infantino menyampaikan hal itu setelah bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama para pemangku kepentingan lainnya. Ia menegaskan tim Iran akan disambut untuk berkompetisi dalam turnamen tersebut.
Piala Dunia 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam pembagian grup yang disebutkan, Iran berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.

