BERITA TERKINI
ADB Siapkan Program USD70 Miliar untuk Perluas Infrastruktur Energi dan Digital Asia-Pasifik hingga 2035

ADB Siapkan Program USD70 Miliar untuk Perluas Infrastruktur Energi dan Digital Asia-Pasifik hingga 2035

Asian Development Bank (ADB) meluncurkan program senilai USD70 miliar atau sekitar Rp1.197 triliun (asumsi kurs Rp17.100 per USD) untuk memperluas infrastruktur energi dan digital di kawasan Asia-Pasifik hingga 2035.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat koneksi jaringan listrik, meningkatkan perdagangan listrik lintas negara, serta memperluas akses broadband. Presiden ADB Masato Kanda menyatakan konektivitas energi dan digital akan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang kawasan, seiring meningkatnya permintaan dan percepatan perubahan teknologi.

“Dengan menghubungkan jaringan listrik dan jaringan digital lintas negara, kita dapat menurunkan biaya, memperluas peluang, serta menghadirkan akses listrik yang andal dan konektivitas digital bagi ratusan juta orang,” kata Kanda dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Minggu (3/5/2026).

Dalam rencana ini, ADB mengalokasikan USD50 miliar untuk inisiatif baru Pan-Asia Power Grid Initiative (PAGI) dan USD20 miliar untuk proyek teknologi serta konektivitas digital.

Melalui PAGI, ADB menargetkan integrasi sekitar 20 gigawatt energi terbarukan lintas negara, pembangunan 22.000 kilometer sirkuit jaringan transmisi, serta peningkatan akses listrik bagi 200 juta orang hingga 2035. Inisiatif ini juga diperkirakan dapat menurunkan emisi sektor listrik regional sekitar 15%.

ADB menyatakan akan membiayai sekitar setengah dari proyek jaringan listrik tersebut dari sumber dananya sendiri. Sisa pendanaan direncanakan berasal dari pembiayaan bersama, termasuk investasi swasta.

Sementara itu, dana USD20 miliar untuk sektor digital akan dihimpun melalui Asia-Pacific Digital Highway. Program ini mencakup dukungan untuk jaringan serat optik, kabel bawah laut, koneksi satelit, serta pusat data regional.

ADB menargetkan program digital tersebut dapat memberikan akses broadband pertama bagi 200 juta orang dan meningkatkan konektivitas bagi 450 juta orang lainnya hingga 2035. Selain itu, program ini diarahkan untuk menurunkan biaya di daerah terpencil sekitar 40% dan menciptakan hingga 4 juta lapangan kerja.

ADB memperkirakan dapat membiayai sekitar USD15 miliar dari inisiatif digital itu dengan dana internalnya.