Asian Development Bank (ADB) mengumumkan program senilai US$70 miliar untuk memperluas infrastruktur energi dan digital di kawasan Asia Pasifik hingga 2035. Pengumuman tersebut disampaikan pada Minggu (3/5) di New York.
Program ini ditujukan untuk memperkuat koneksi jaringan listrik lintas negara, meningkatkan perdagangan listrik antarwilayah, serta memperluas akses internet broadband. Presiden ADB Masato Kanda menyatakan konektivitas energi dan digital dinilai menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Asia Pasifik seiring pesatnya perkembangan teknologi.
“Dengan menghubungkan jaringan listrik dan jaringan digital lintas negara, kita dapat menurunkan biaya, memperluas peluang, dan menghadirkan akses listrik serta digital yang andal bagi ratusan juta orang,” kata Kanda dalam pernyataannya.
Program ADB ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, alokasi US$50 miliar untuk Pan Asia Power Grid Initiative (PAGI). Kedua, US$20 miliar untuk proyek teknologi dan konektivitas digital.
Melalui PAGI, ADB menargetkan integrasi sekitar 20 gigawatt energi terbarukan lintas negara, pembangunan 22.000 kilometer sirkuit jaringan transmisi, serta peningkatan akses listrik bagi 200 juta warga hingga 2035. ADB juga memperkirakan inisiatif ini dapat menurunkan emisi dari sektor tenaga listrik regional hingga sekitar 15%.
Untuk pembiayaan PAGI, ADB berencana menanggung sekitar separuh kebutuhan pendanaan melalui sumber daya internal. Sisa pembiayaan akan didukung melalui skema pembiayaan bersama, termasuk melibatkan investasi dari sektor swasta.
Sementara itu, dana US$20 miliar untuk sektor digital akan disalurkan melalui program Asia Pacific Digital Highway. Dukungan tersebut mencakup pembangunan jaringan serat optik, kabel bawah laut, koneksi satelit, serta pusat data regional.
ADB menargetkan program digital ini dapat membantu menyediakan akses internet pertama bagi 200 juta orang dan meningkatkan konektivitas bagi 450 juta orang lainnya pada 2035. ADB juga memperkirakan program tersebut akan menekan biaya konektivitas internet di wilayah terpencil sekitar 40% serta menciptakan hingga 4 juta lapangan kerja.