SAMARKAND, Uzbekistan — Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan siap memberikan bantuan mendesak kepada negara-negara di kawasan Pasifik yang terdampak perang di Timur Tengah, termasuk akibat kekurangan bahan bakar.
Pernyataan itu disampaikan Presiden ADB Masato Kanda pada pertemuan tahunan ke-59 ADB yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, Minggu (3/5). Menurut Kanda, negara-negara Pasifik sangat rentan terhadap dampak konflik dan membutuhkan dukungan segera untuk memenuhi kebutuhan energi.
“Selain dukungan langsung ini, kami siap mendukung negara-negara Pasifik untuk membangun ketahanan terhadap guncangan eksternal melalui diversifikasi sumber energi,” kata Kanda.
Pada hari yang sama, ADB juga meluncurkan program senilai US$70 miliar untuk memperluas infrastruktur energi dan digital di kawasan Asia-Pasifik hingga 2035.
Kanda menambahkan, berdasarkan perkiraan terbaru ADB, pertumbuhan ekonomi di Pasifik diproyeksikan melambat menjadi 2,8% pada 2026, turun dari 4,2% pada tahun lalu.