BERITA TERKINI
WTO Peringatkan Risiko Krisis Pupuk Global, Indonesia Diminta Waspadai Dampak ke Produksi dan Harga Pangan

WTO Peringatkan Risiko Krisis Pupuk Global, Indonesia Diminta Waspadai Dampak ke Produksi dan Harga Pangan

Penutupan jalur strategis Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan pupuk global dan berpotensi mengganggu produksi pertanian Indonesia dalam waktu dekat. Situasi ini dinilai dapat berimbas pada hasil panen hingga stabilitas harga pangan.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperingatkan bahwa gangguan tersebut bisa berdampak langsung pada sektor pertanian. Wakil Direktur Jenderal WTO Jean-Marie Paugam menyebut pupuk sebagai isu paling krusial dalam kondisi ini.

“Pupuk adalah isu utama yang paling mengkhawatirkan saat ini. Jika tidak ada lagi pupuk, dampaknya tidak hanya pada jumlah produksi, tetapi juga pada harga,” ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2026).

Gangguan distribusi disebut semakin berat setelah sejumlah fasilitas industri pupuk di kawasan Teluk menghentikan operasional akibat eskalasi konflik. Kondisi ini mulai menekan pasokan bagi negara-negara pengimpor besar seperti India, Brasil, dan Thailand.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menjadi sinyal peringatan. Ketergantungan pada pupuk untuk menjaga produktivitas lahan membuat stabilitas stok nasional perlu dijaga ketat agar tidak berujung pada kelangkaan di tingkat petani.

Selain masalah pasokan, WTO juga mengingatkan potensi aksi penimbunan oleh sejumlah negara. Risiko ini dinilai dapat memperparah krisis, mengingat fenomena serupa pernah terjadi pada masa pandemi COVID-19.

Jika gangguan berlangsung berkepanjangan, siklus tanam global diperkirakan ikut terganggu. Dampaknya dapat berupa penurunan hasil panen dan lonjakan harga pangan yang membebani masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia didorong segera mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan pupuk domestik. Tanpa solusi alternatif, produktivitas pertanian nasional berisiko menurun dan berpengaruh pada stabilitas ekonomi masyarakat.

Perkembangan di Timur Tengah ini kembali menegaskan keterkaitan rantai pasok global. Gangguan di satu wilayah dapat merambat hingga memengaruhi ketahanan pangan, termasuk sampai ke tingkat rumah tangga.