BERITA TERKINI
Wall Street Menguat, Trump Nilai Hubungan Dagang AS–China Akan ‘Baik-baik Saja’

Wall Street Menguat, Trump Nilai Hubungan Dagang AS–China Akan ‘Baik-baik Saja’

NEW YORK — Pasar saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (14/10/2025) WIB. Wall Street bangkit dari aksi jual tajam pada Jumat sebelumnya, setelah Presiden Donald Trump menyatakan hubungan dagang AS dengan Tiongkok “akan baik-baik saja.”

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 587,98 poin atau 1,29% ke level 46.067,58. Kenaikan itu setara dengan pemulihan sekitar 67% dari kerugian pada Jumat. Sementara itu, S&P 500 naik 1,56% menjadi 6.654,72, memulihkan sekitar 56% dari penurunan sebelumnya. Nasdaq Composite menguat 2,21% ke 22.694,61, dengan saham teknologi memimpin penguatan setelah sempat tertekan.

Di sektor teknologi, saham Oracle naik lebih dari 5%, Nvidia bertambah hampir 3%, dan Broadcom melonjak hampir 10% setelah mengumumkan kemitraan resminya dengan OpenAI pada Senin pagi.

Penguatan pasar terjadi setelah unggahan Trump di Truth Social pada Minggu yang memberi sinyal bahwa ia mungkin tidak melanjutkan ancaman kenaikan tarif “secara besar-besaran” terhadap Tiongkok. Pernyataan Trump pada Jumat sebelumnya kembali memanaskan perang dagang AS–Tiongkok dan memicu aksi jual yang disebut menghapus nilai pasar sebesar US$2 triliun.

“Jangan khawatir tentang Tiongkok, semuanya akan baik-baik saja! Presiden Xi yang sangat dihormati hanya mengalami momen buruk. Dia tidak menginginkan depresi untuk negaranya, begitu juga saya. AS ingin membantu Tiongkok, bukan menyakitinya,” tulis Trump.

Wakil Presiden JD Vance turut menggemakan pernyataan tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News, Vance mengatakan AS akan bernegosiasi jika Beijing “bersedia bersikap rasional,” meski ia menambahkan bahwa AS memiliki “lebih banyak kartu.”

Kepala kebijakan AS di Wolfe Research, Tobin Marcus, menilai ketegangan dan ketidakpastian mendasar masih ada, dan kesepakatan menyeluruh belum terlihat dalam waktu dekat. Namun, menurutnya, pernyataan terbaru meredakan kekhawatiran atas risiko tarif 100% atau pembatasan ekspor yang dapat mengganggu, setidaknya sementara pembicaraan berlanjut.

Marcus juga menyebut Trump tampak memberi pesan kepada investor bahwa mereka dapat membeli saat harga turun, mengingat rekam jejak investor sepanjang tahun ini yang kerap melakukan hal tersebut meski situasi dinilai berisiko.

Ketiga indeks utama sebelumnya menutup pekan di zona merah. Penurunan S&P 500 pada Jumat disebut sebagai yang terbesar sejak April, ketika pasar masih terpukul oleh pengumuman awal tarif oleh Trump.

Pernyataan terbaru Trump dinilai menarik kembali minat investor, terutama pada saham teknologi yang paling terdampak aksi jual. Sejumlah perusahaan teknologi bergantung pada logam tanah jarang dari Tiongkok untuk memproduksi semikonduktor, kendaraan listrik, dan berbagai produk lainnya.

Penguatan pada Senin juga bersifat luas. Hampir empat dari setiap lima komponen S&P 500 diperdagangkan menguat. Saham berkapitalisasi kecil turut naik, dengan Russell 2000 melonjak 2,8% setelah turun 3% pada Jumat.

Meski demikian, pasar masih dibayangi kekhawatiran lain. Penutupan pemerintahan berlanjut memasuki pekan baru, sementara tenggat gaji utama kian dekat pada 15 Oktober.

Selain itu, musim laporan keuangan dimulai pekan ini. Citigroup, Goldman Sachs Group, Wells Fargo, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley dijadwalkan merilis kinerja pada Selasa dan Rabu, disusul sejumlah bank regional yang juga akan mengumumkan hasil kuartalan mereka.