NEW YORK — Indeks saham utama Wall Street menguat pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (16/9/2025) WIB. Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup di atas level 6.600, didorong optimisme pasar terhadap pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta kabar pembelian saham Tesla oleh CEO-nya, Elon Musk.
S&P 500 naik 0,5% ke 6.615,28. Nasdaq Composite menguat 0,9% dan mencetak rekor di 22.348,75, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 49,23 poin ke 45.883,45.
Pada hari kedua perundingan, pejabat tinggi AS dan Tiongkok membahas isu tarif serta tenggat penjualan aplikasi media sosial TikTok yang dimiliki perusahaan Tiongkok. Dalam unggahan di Truth Social, Presiden AS Donald Trump menyebut pertemuan antarpihak berlangsung positif dan mengatakan sebuah kesepakatan “juga tercapai pada sebuah perusahaan tertentu yang sangat ingin diselamatkan oleh anak-anak muda di negara kita,” yang dinilai merujuk pada TikTok.
Namun, AS disebut akan tetap melanjutkan rencana pelarangan TikTok jika Tiongkok tidak menyerahkan tuntutannya terkait pengurangan tarif dan pembatasan teknologi. Reuters, mengutip seorang pejabat senior AS yang mengetahui negosiasi, melaporkan hal tersebut pada Senin.
Di sisi lain, seiring berlanjutnya pembicaraan kedua negara, regulator pasar Tiongkok menyatakan Nvidia melanggar undang-undang anti-monopoli dan akan meneruskan penyelidikan terhadap perusahaan chip tersebut. Saham Nvidia bergerak berlawanan dengan tren penguatan kelompok saham “Magnificent Seven” dan ditutup sedikit di bawah level datar.
Sentimen positif juga datang dari pergerakan saham Tesla yang melonjak 3% setelah Elon Musk mengungkap pembelian saham internal senilai sekitar US$1 miliar. Pembelian itu disebut sebagai yang terbesar yang pernah ia lakukan di pasar terbuka dan yang pertama sejak 2020. Pelaku pasar menilai langkah tersebut sebagai sinyal kepercayaan terhadap Tesla, yang kini berupaya mengalihkan fokus ke robotika di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.
Penguatan pasar pada awal pekan ini terjadi setelah data ekonomi terbaru menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi yang terkendali, yang memicu harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada akhir pertemuan Rabu. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang 95,8% untuk pemangkasan seperempat poin persentase, dengan peluang 4,2% untuk pemotongan setengah poin.
“Pasar sepenuhnya berharap The Fed memulai serangkaian pemangkasan suku bunga pada pertemuan pekan ini,” kata Scott Wren, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip CNBC.
Suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat terus menopang pasar saham, yang sebelumnya terdorong antusiasme investor terhadap kecerdasan buatan, meski risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada. Investor juga mencermati Senat terkait kemungkinan pelantikan Stephen Miran sebagai gubernur The Fed tepat waktu untuk menghadiri rapat FOMC pekan ini.

