Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menghadiri Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit ke-8 bertema “Together We Bring Health Solutions” di JW Marriott Hotel, Jakarta, Senin (26/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim.
APCAT Summit ke-8 dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, para wali kota se-Indonesia, akademisi, serta profesional kesehatan masyarakat dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kepemimpinan pemerintah daerah, terutama dalam pengendalian tembakau dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sesi dialog, Robby memaparkan praktik baik implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Salatiga. Menurutnya, kebijakan tersebut diperkuat dengan sejumlah regulasi daerah, antara lain Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok, peraturan wali kota, pembentukan penanggung jawab dan Tim Satuan Tugas KTR, serta pengawasan berkelanjutan melalui sistem e-Monev Dashboard KTR.
Selain penguatan regulasi, Pemerintah Kota Salatiga juga menjalankan inovasi pengendalian tembakau, di antaranya RATAKOK (Rapat Tanpa Asap Rokok) dan Gen-STAR (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok). Program ini menyasar anak muda, remaja, ibu hamil, serta perokok pasif sebagai kelompok rentan.
Robby menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penerapan kebijakan KTR, dengan melibatkan perangkat daerah, pemangku kepentingan, akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Pengendalian rokok harus dimulai dari payung hukum yang kuat dan kolaborasi seluruh elemen. Melalui program RATAKOK dan Gen-STAR, kami berupaya melindungi anak-anak, remaja, serta ibu hamil dari dampak buruk rokok, sekaligus menciptakan lingkungan Kota Salatiga yang lebih sehat,” ujar Robby.
Melalui keikutsertaan dalam APCAT Summit ke-8, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kebijakan pengendalian tembakau serta berperan aktif dalam jejaring kota sehat di tingkat regional maupun internasional.

