BERITA TERKINI
Bursa Asia Melemah, Investor Cermati Pernyataan Trump soal Konflik Iran

Bursa Asia Melemah, Investor Cermati Pernyataan Trump soal Konflik Iran

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (2/4/2026) seiring investor mencermati pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah harapan adanya upaya mengakhiri perang melawan Iran.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan kembali bahwa tujuan AS di Iran disebutnya hampir tercapai. Ia menyatakan memiliki “semua kartu” dalam konflik tersebut dan mengatakan AS akan menyerang Iran dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan.

Pada Rabu pagi waktu AS, Trump mengklaim Presiden Rezim Baru Iran telah meminta gencatan senjata kepada AS, namun klaim itu dibantah oleh Iran. Trump juga menyampaikan AS akan “mempertimbangkan” tawaran tersebut hanya setelah Selat Hormuz “terbuka, bebas, dan bersih,” melalui Truth Social.

Di sisi lain, Trump sebelumnya mengatakan ia bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup, menurut laporan Wall Street Journal.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,4% setelah pidato Trump, sementara Topix melemah 0,94%. Indeks Kospi Korea Selatan terpangkas 2,82% dan Kosdaq merosot 3%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia sempat memulai perdagangan di wilayah positif, namun kemudian turun 0,48%. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.301, sedikit lebih tinggi dibanding penutupan terakhir HSI di 25.294,03.

Kontrak berjangka saham AS bergerak terbatas. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 sedikit di atas garis datar, sementara kontrak berjangka Dow naik 13 poin atau 0,03%.

Di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, S&P 500 naik 0,72% dan Nasdaq Composite menguat 1,16%. Dow Jones Industrial Average bertambah 0,48%.

Sementara itu di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (1/4/2026) ditutup menguat 1,93% ke posisi 7.184,43. Indeks LQ45 naik 1,53% ke 726,78, dengan mayoritas indeks saham acuan berada di zona hijau.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 7.136,24 hingga 7.207,16. Sebanyak 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham tidak berubah.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai penguatan IHSG didorong faktor teknikal berupa rebound setelah tekanan cukup dalam, sehingga investor memanfaatkan momentum untuk melakukan bottom fishing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Ia juga menyebut sentimen konflik Timur Tengah yang sedikit mereda memberi ruang bagi masuknya kembali aliran dana, meski masih terbatas.

“Namun, saya melihat penguatan ini masih bersifat terbatas dan rentan volatilitas, karena faktor eksternal dan arus dana asing masih akan menjadi penentu utama arah IHSG ke depan,” kata Reydi Octa.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total frekuensi transaksi tercatat 2.014.274 kali dengan volume 31,5 miliar saham dan nilai transaksi Rp 16,5 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.970.

Dari 11 sektor saham, satu sektor melemah, yakni sektor kesehatan yang turun 0,20%. Kenaikan terbesar terjadi pada sektor industri yang melesat 6,11%, diikuti consumer siklikal naik 5,22%, basic menguat 3,55%, dan infrastruktur bertambah 3,01%.

Sektor energi naik 2,11%, consumer nonsiklikal bertambah 1,15%, keuangan naik 0,17%, properti menguat 1,25%, teknologi naik 1,46%, serta transportasi bertambah 1,79%.