BERITA TERKINI
Media Militer China Klaim Jepang Punya Plutonium untuk 5.500 Hulu Ledak Nuklir

Media Militer China Klaim Jepang Punya Plutonium untuk 5.500 Hulu Ledak Nuklir

BEIJING — Di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklir di Isfahan, media militer China menyoroti Jepang dengan tudingan bahwa Tokyo memiliki kapasitas material dan teknologi yang dapat memungkinkan produksi senjata nuklir dalam jumlah besar.

Menurut laporan, pada 31 Maret AS dan Israel menyerang situs nuklir Iran di Isfahan menggunakan bom penghancur bunker untuk kedua kalinya dalam setahun. Pada awal 2026, Iran disebut telah menimbun lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60%. Sejumlah perkiraan menyebut persediaan itu dapat mencukupi sekitar selusin bom nuklir apabila dimurnikan lebih lanjut hingga tingkat 90%, dengan stok tersebut terutama disimpan di fasilitas Isfahan.

Dalam konteks konflik Iran, media militer China PLA Daily pada 30 Maret menerbitkan laporan satu halaman penuh yang menuduh Jepang “secara berbahaya memperluas” industri pertahanannya dari sisi kapasitas, teknologi, dan keterlibatan internasional. Laporan itu menyatakan Tokyo telah “melanggar garis merah” dan mengeklaim Jepang memiliki persediaan material nuklir yang besar serta teknologi untuk memproduksi senjata nuklir.

PLA Daily merujuk pada klaim bahwa Jepang memiliki 44,4 ton plutonium yang telah dipisahkan hingga akhir 2024. Laporan itu menyebut jumlah tersebut cukup untuk membuat sekitar 5.500 hulu ledak nuklir.

Untuk perbandingan, laporan itu mengaitkan klaimnya dengan data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang menyebut Rusia sebagai negara dengan persediaan hulu ledak nuklir terbesar, yakni 5.459 unit, disusul AS dengan 5.177 unit. Dengan demikian, PLA Daily mengeklaim Jepang bukan hanya mampu memproduksi senjata nuklir, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa jika Jepang memutuskan mencabut pembatasan yang diberlakukan sendiri melalui Tiga Prinsip Non-Nuklir, Tokyo dapat menjadi negara bersenjata nuklir secara de facto dalam waktu yang sangat singkat.

Baik Iran maupun Jepang disebut termasuk penandatangan awal Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), bahkan sebelum perjanjian itu mulai berlaku pada 5 Maret 1970.