Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menyoroti berbagai krisis global yang dinilainya tengah menjadi tantangan serius bagi dunia, mulai dari sektor energi, pangan, hingga lingkungan. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri panen raya jagung yang digelar kelompok tani di Dusun IV Tulakaboak, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Johni menjelaskan bahwa konflik internasional turut memengaruhi kestabilan pasokan energi global. Dampak tersebut, menurutnya, kemudian merembet ke sektor lain, termasuk pertanian dan produksi pangan.
Ia menyebut kondisi dunia saat ini sedang mengalami gejolak, dengan krisis energi, krisis pangan, dan krisis lingkungan menjadi isu yang kian krusial. Kenaikan harga minyak dunia, lanjutnya, memicu efek domino yang menyebabkan meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor.
Menurut Johni, situasi itu berpotensi mengancam ketahanan pangan apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai berhemat dalam penggunaan energi serta lebih bijak memanfaatkan sumber daya yang ada.
“Kita juga harus mulai berhemat dan bijak khususnya dalam menggunakan BBM, energi listrik serta bahan baku lainnya,” ujarnya.
Selain penghematan energi, Johni juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam menghadapi ketidakpastian dan dampak krisis global.

