BERITA TERKINI
Wagub Jatim Emil Dardak Promosikan Bromo dan Ijen dalam Forum UCLG ASPAC di Kendari

Wagub Jatim Emil Dardak Promosikan Bromo dan Ijen dalam Forum UCLG ASPAC di Kendari

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi pembicara dalam forum internasional UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026 yang digelar di Claro Hotel Kendari, Jumat (8/5/2026). Di hadapan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, Emil mempromosikan kawasan Gunung Bromo dan Kawah Ijen sebagai ikon ecotourism Jawa Timur.

Emil menyampaikan bahwa tren pariwisata global mulai bergeser. Menurutnya, wisatawan tidak lagi semata mencari destinasi yang indah, tetapi juga pengalaman yang autentik, berkelanjutan, serta memiliki keterikatan dengan budaya lokal.

“Kekuatan pariwisata hari ini bukan lagi hanya soal destinasi yang indah, tetapi bagaimana sebuah daerah mampu menghadirkan wisata yang berkelanjutan. Karena itu, ecotourism menjadi arah besar pengembangan pariwisata Jatim agar semakin dikenal dan diminati wisatawan dunia,” kata Emil.

Ia menilai pendekatan ecotourism telah terlihat dampaknya pada peningkatan minat kunjungan wisatawan ke Jawa Timur. Sepanjang 2025, kawasan Bromo tercatat menerima 768.085 wisatawan domestik dan 36.800 wisatawan mancanegara. Sementara kawasan Ijen dikunjungi 116.202 wisatawan domestik dan 54.507 wisatawan mancanegara.

Adapun total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 329.945 orang, meningkat 2,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Emil menjelaskan, konsep ecotourism di Jawa Timur diwujudkan melalui penguatan konservasi alam, pengelolaan destinasi berbasis masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung keberlanjutan kawasan wisata.

Di kawasan Gunung Bromo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penataan kawasan wisata melalui pembangunan parkir terpusat, pengaturan jalur jeep wisata, serta penguatan tata kelola kawasan untuk menjaga kelestarian lautan pasir dan ekosistem pegunungan.

Sementara di kawasan Kawah Ijen, diterapkan sistem kuota wisatawan dan kampanye kebersihan lingkungan untuk menjaga keberlanjutan kawasan geopark.

Pendekatan serupa juga diterapkan melalui pengembangan ecotourism berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Malang. Destinasi ini disebut menjadi contoh pengelolaan wisata berkelanjutan melalui pelestarian mangrove dan terumbu karang, pembatasan jumlah kunjungan wisatawan, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem sekaligus menggerakkan perekonomian kawasan.

“Bromo, Ijen, hingga kawasan mangrove di Malang kami kembangkan dengan konsep ecotourism, di mana alam dijaga, budaya lokal dirawat, dan masyarakat dilibatkan. Ketika keberlanjutan dijaga, wisatawan akan datang dengan sendirinya karena yang dicari bukan hanya destinasi, tetapi juga pengalaman yang autentik,” ujar Emil.

Dalam kesempatan yang sama, Emil turut mempromosikan sejumlah destinasi unggulan Jawa Timur lainnya, seperti Taman Nasional Baluran, Air Terjun Tumpak Sewu, dan Pantai Sukamade. Ia juga memperkenalkan kekayaan budaya Suku Tengger yang dinilai hidup harmonis dengan alam serta menjaga tradisi secara turun-temurun.

Selain wisata alam dan budaya, Emil menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur terus memperkuat desa wisata serta festival budaya lokal, seperti Festival Gegeni di kawasan Bromo Tengger Semeru dan Festival Kumoro di kawasan Ijen Geopark. Upaya tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus pelestarian budaya daerah.

“Kekuatan pariwisata Jatim terletak pada perpaduan antara keindahan alam, budaya lokal, dan keramahan masyarakatnya. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang autentik,” pungkasnya.