Vietnam akan mengirim 22 siswa untuk mengikuti Olimpiade Matematika Asia-Pasifik (Asia-Pacific Mathematical Olympiad/APMO) 2026, sebuah kompetisi matematika internasional bagi siswa sekolah menengah atas dari negara-negara di kawasan Pasifik. Mulai 2026, Vietnam juga akan menjadi tuan rumah APMO dan bertindak sebagai negara koordinator utama selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2026 hingga 2028.
APMO pertama kali diselenggarakan pada 1989. Setelah lebih dari tiga dekade berkembang, kompetisi ini dikenal sebagai salah satu ajang matematika internasional bergengsi dengan partisipasi luas dari komunitas matematika regional dan global. Setiap tahun, sekitar 40 negara dan wilayah mengikuti ujian APMO, termasuk negara-negara dengan tradisi kuat di olimpiade matematika seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Iran, dan India.
Di sejumlah negara, hasil APMO juga digunakan sebagai salah satu dasar penting untuk menyeleksi tim yang akan berlaga pada Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Untuk APMO 2026, tercatat pendaftaran luas dari hampir 50 negara dan wilayah.
Di Vietnam, penyelenggaraan APMO dipimpin oleh Institut Studi Lanjutan Matematika (APMO) yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Delegasi Vietnam tahun ini berjumlah 22 siswa, dengan jumlah terbanyak berasal dari Hanoi—Sekolah Menengah Atas untuk Siswa Berbakat Amsterdam—serta Sekolah Menengah Atas untuk Siswa Berbakat Lam Son (Thanh Hoa), masing-masing mengirim tiga siswa.
Tim Vietnam APMO 2026 mencakup dua peraih medali dari IMO 2025, serta para pemenang kompetisi matematika nasional untuk siswa berbakat pada tahun ajaran 2025–2026.
APMO diselenggarakan dalam format ujian esai selama empat jam yang terdiri dari lima soal dengan tingkat kesulitan meningkat. Setiap soal bernilai maksimal tujuh poin. Meski merupakan kompetisi internasional, setiap negara peserta bertanggung jawab menyelenggarakan ujian APMO di negaranya masing-masing dengan mengikuti ketentuan umum terkait waktu, soal, format ujian, dan keamanan.
Soal dan jawaban ujian disediakan oleh negara koordinator, berdasarkan seleksi dan kompilasi soal yang diajukan negara-negara peserta, lalu ditinjau dan disempurnakan untuk memastikan kualitas akademis dan keadilan ujian.
APMO 2026 dijadwalkan berlangsung pada pagi hari 10 Maret 2026 untuk Vietnam dan negara-negara di kawasan Asia serta Pasifik Barat. Sementara itu, untuk negara-negara di Oseania dan Amerika, ujian digelar pada sore hari 9 Maret 2026. Di Vietnam, pelaksanaan APMO 2026 didukung dan disponsori oleh EMG Education Management and Investment Joint Stock Company.
Dalam pidato pembukaan, Wakil Direktur Departemen Manajemen Mutu Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam, Nguyen Ngoc Ha, menyatakan pendidikan dan pelatihan diposisikan sebagai prioritas nasional utama serta kekuatan pendorong yang menentukan masa depan bangsa. Ia juga menyinggung kebijakan yang bertujuan mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi serta mendorong ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, termasuk semangat Resolusi 57 tentang pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta Resolusi 71 tentang pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Menurut Nguyen Ngoc Ha, penemuan, pembinaan, dan pengembangan talenta muda di bidang matematika dinilai penting bukan hanya bagi sektor pendidikan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan tenaga kerja masa depan di bidang sains dan teknologi. Ia menambahkan bahwa prestasi siswa Vietnam dalam olimpiade internasional selama bertahun-tahun turut menegaskan kemampuan Vietnam di tingkat global, sekaligus mencerminkan arah investasi serta upaya sektor pendidikan.
Nguyen Ngoc Ha menilai penunjukan Vietnam sebagai negara koordinator utama APMO pada 2026–2028 merupakan kesempatan untuk memperkuat posisi dan prestise matematika Vietnam, sekaligus berkontribusi pada penguatan kerja sama akademik dan koneksi intelektual di kawasan maupun dunia.
Penyelenggaraan APMO oleh Vietnam dan partisipasi siswa pada kompetisi tahun ini juga dipandang membuka peluang bagi siswa untuk berkompetisi di arena internasional, memperluas ruang kompetisi bagi pelajar berbakat, serta mendorong gerakan belajar dan berkompetisi matematika di tingkat sekolah menengah.

