DEPOK — Tiga perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam U25—Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Andalas (Unand)—menegaskan komitmen memperluas jejaring internasional melalui partisipasi dalam konferensi tahunan Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) 2026 di Hong Kong.
Kehadiran U25 dalam forum pendidikan tinggi terbesar di kawasan Asia Pasifik itu diposisikan sebagai bentuk kolaborasi untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika global yang terus berubah. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong kerja sama akademik lintas negara yang lebih kokoh.
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam menyiapkan generasi masa depan yang adaptif. “Hari ini saya bersama Rektor UGM hadir di forum President’s Dialogue APAIE. Kami membahas bagaimana menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi di era disrupsi dan ketidakpastian ini,” ujar Prof. Heri dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).
Dalam forum tersebut, para pimpinan universitas membahas tantangan global yang dinilai semakin kompleks, antara lain percepatan teknologi, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik. Kolaborasi regional disebut sebagai salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan institusi pendidikan tinggi, sekaligus memastikan lulusan memiliki daya saing global dengan tetap menjaga integritas dan tanggung jawab sosial.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menilai forum APAIE menjadi ruang untuk memperkuat jejaring dan belajar dari pengalaman perguruan tinggi lain. “Kita dapat mengembangkan network dengan berbagai universitas, khususnya di Asia-Pasifik. Kami juga belajar best practice dari pengalaman universitas lain dalam menghadapi tantangan yang serupa di level global,” tuturnya.
Partisipasi dalam APAIE 2026 disebut menjadi momentum bagi U25 untuk memperluas kolaborasi akademik, memperkuat kemitraan riset, serta membuka peluang mobilitas mahasiswa dan dosen. Ketiga universitas juga menekankan perlunya sinergi lintas negara sebagai respons terhadap transformasi digital dan tuntutan inovasi berkelanjutan.
U25 menyatakan kekuatan pendidikan tinggi Indonesia dinilai dapat semakin besar jika dibangun melalui sinergi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui keterlibatan aktif di forum internasional, U25 menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak global, sekaligus membawa perspektif Indonesia dalam percakapan strategis pendidikan tinggi dunia.

