BERITA TERKINI
UE Usulkan Sanksi terhadap Pelabuhan Karimun dan Kulevi karena Menerima Minyak Rusia

UE Usulkan Sanksi terhadap Pelabuhan Karimun dan Kulevi karena Menerima Minyak Rusia

Uni Eropa (UE) mengusulkan perluasan sanksi terhadap Rusia dengan memasukkan dua pelabuhan—Kulevi di Georgia dan Karimun di Indonesia—ke dalam daftar sanksi karena menerima minyak asal Rusia. Dalam usulan tersebut, perusahaan dan individu dari UE akan dilarang melakukan transaksi dengan kedua pelabuhan itu.

Menurut catatan Reuters, langkah ini menjadi kali pertama UE menargetkan sanksi di negara dunia ketiga. Usulan tersebut merupakan bagian dari paket sanksi UE ke-20 terkait perang Rusia-Ukraina, yang disusun bersama Layanan Diplomatik UE (EEAS) dan Komisi Eropa, serta diajukan kepada negara-negara anggota UE pada Senin (9/2). Meski demikian, paket sanksi ini masih memerlukan persetujuan bulat seluruh negara anggota UE untuk dapat diadopsi menjadi undang-undang.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dikutip dari Reuters pada Selasa (10/2), mengatakan paket tersebut mencakup pembatasan sektoral yang lebih luas, termasuk pengalihan dari batas harga menjadi larangan penuh atas layanan maritim untuk minyak mentah Rusia.

Selain itu, paket sanksi yang diusulkan juga memuat larangan impor baru atas sejumlah komoditas, antara lain logam seperti batangan nikel, bijih besi dan konsentrat, tembaga mentah dan olahan, serta berbagai logam bekas termasuk aluminium. Larangan impor juga mencakup garam, amonia, kerikil, silikon, dan kulit bulu.

UE turut mengusulkan pelarangan penjualan mesin pemotong logam dan mesin komunikasi untuk transmisi suara, gambar, serta data—seperti modem dan router—ke Kyrgyzstan.

Dalam usulan yang sama, UE mengajukan penambahan dua bank di Kirgistan, yakni Keremet dan OJSC Capital Bank of Central Asia, ke dalam daftar sanksi. Kedua bank tersebut disebut menyediakan layanan aset kripto kepada Rusia. Jika disetujui, bank-bank yang masuk daftar sanksi akan dilarang melakukan transaksi dengan individu maupun perusahaan UE.

Di bawah kerangka sanksi yang mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan, EEAS juga mengusulkan penambahan 30 individu dan 64 perusahaan. Daftar itu mencakup Bashneft, anak perusahaan terdaftar dari perusahaan minyak Rusia Rosneft, serta delapan kilang minyak Rusia, termasuk dua kilang besar yang dikendalikan Rosneft, yaitu Tuapse dan Syzran. Usulan tersebut tidak mencantumkan Rosneft atau Lukoil, yang disebut telah terkena sanksi Amerika Serikat.