Universitas Brawijaya (UB) memperkuat perannya di tingkat internasional melalui kolaborasi strategis dengan UNESCO. UB dipercaya menerjemahkan ringkasan eksekutif laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kondisi sumber daya air dunia tahun 2026, yang diterbitkan dalam buku berjudul Air untuk Semua. Buku tersebut diluncurkan secara internasional di Paris beberapa waktu lalu.
Rektor UB Prof. Widodo menyatakan penunjukan itu menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab besar bagi UB. Menurutnya, kepercayaan dari UNESCO merupakan bentuk pengakuan global terhadap kapasitas akademik Indonesia untuk berkontribusi pada agenda krisis air berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi UB Prof. Andi Kurniawan menilai langkah ini sejalan dengan strategi internasionalisasi kampus. Ia menekankan, peran perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalin kerja sama antaruniversitas, tetapi juga perlu terlibat dalam lembaga strategis dunia, termasuk UNESCO.
Prof. Andi juga menyoroti pentingnya penyebarluasan informasi ilmiah terkait air, mengingat krisis air dinilai terus berkembang dan telah menjadi tantangan besar masyarakat dunia. Ia menegaskan isu tersebut bukan lagi persoalan lokal atau parsial, melainkan isu strategis global.
Apresiasi turut disampaikan Direktur Regional UNESCO di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa. Ia menilai tersedianya ringkasan eksekutif dalam Bahasa Indonesia dapat membantu memastikan pengetahuan dalam laporan tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan dan tindakan yang lebih inklusif di Indonesia. Maki juga menyoroti bahwa laporan tahun 2026 secara spesifik membahas dampak ketimpangan gender terhadap krisis air.
Menurut Maki, keterlibatan UB menjadi contoh bagaimana kemitraan dapat meningkatkan kesadaran nasional mengenai hak asasi manusia atas sanitasi dan air bersih.
Ke depan, UB disebut tengah bersiap mengajukan diri sebagai UNESCO Chair di bidang pengelolaan sumber daya air kawasan pesisir. Prof. Andi menyampaikan bahwa dengan menjadi UNESCO Chair, diharapkan formula pengelolaan air di UB dapat dirumuskan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan di kawasan Asia Pasifik maupun dunia.

