BERITA TERKINI
Trump Sambut Pemimpin Dunia di Pertemuan Perdana Board of Peace, Padukan Diplomasi dan Pujian Personal

Trump Sambut Pemimpin Dunia di Pertemuan Perdana Board of Peace, Padukan Diplomasi dan Pujian Personal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memadukan pendekatan diplomasi dengan pujian personal saat menyambut para pemimpin dunia dalam pertemuan perdana dewan perdamaian bentukan barunya, Board of Peace, di Washington pada Kamis (19/2/2026).

Para pemimpin yang diundang bergabung dalam forum tersebut disambut meriah, disertai sanjungan langsung dari Trump. Berbeda dari gaya “good cop-bad cop” yang kerap ia tampilkan dengan mengombinasikan pujian dan ancaman, kali ini Trump terlihat lebih ramah dan akomodatif. Dalam pertemuan itu, ia juga tidak melontarkan sindiran terkait catatan hak asasi manusia sejumlah peserta yang selama ini menuai kritik.

Namun, Trump tetap menyampaikan peringatan samar kepada negara-negara yang tidak hadir dalam pertemuan perdana tersebut. “Anda tidak bisa bermain-main dengan saya,” ujarnya.

Sejumlah sekutu utama Amerika Serikat dilaporkan memilih tidak bergabung dalam forum yang dibentuk pada September lalu untuk mendukung rekonstruksi Gaza. Trump menyatakan harapannya agar forum tersebut berkembang menjadi badan resolusi konflik global. Di sisi lain, para pengkritik menilai inisiatif itu berisiko tumpang tindih dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam sesi foto bersama, lagu “It’s a Man’s Man’s Man’s World” (1966) milik James Brown diputar sebagai latar acara. Meski Gaza disebut sebagai prioritas utama dewan tersebut, Trump baru menyinggung konflik Timur Tengah sekitar 25 menit setelah pidato pembukaannya, setelah lebih dulu memuji para pemimpin yang hadir.

Di atas panggung, Trump menyebut satu per satu nama tamu, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino yang duduk di sisi kanan dan kirinya. Sebagian tamu terlihat menaruh topi merah “MAGA” di atas meja. Trump memuji Presiden Paraguay Santiago Peña sebagai “pemuda tampan” sambil melontarkan candaan yang memancing reaksi hadirin. Ia juga meminta audiens memperhatikan wajah “tangguh” Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Selain pujian, Trump kembali menegaskan pendekatan kerasnya dalam diplomasi. Ia mengklaim pernah menggunakan ancaman tarif untuk menekan negara-negara seperti India dan Pakistan agar mengakhiri konflik, meski klaim tersebut sebelumnya telah dibantah oleh India.

Trump juga menyatakan Board of Peace yang dibentuknya dapat melampaui peran PBB. “Board of Peace akan hampir seperti mengawasi PBB… mereka butuh bantuan,” katanya.

Acara digelar di United States Institute of Peace. Trump mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggagas ide untuk “memberi kejutan” dengan menamai ruang acara tersebut menggunakan namanya. Dalam pidatonya, Trump berulang kali menggunakan kata “beautiful” untuk memuji acara, lokasi, dan pemerintahannya, serta menyisipkan anekdot tentang kunjungannya ke markas PBB di New York bersama ibu negara Melania Trump.

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi forum yang dipromosikan Trump sebagai wadah alternatif untuk penyelesaian konflik global, di tengah perdebatan mengenai efektivitas dan legitimasi badan tersebut di panggung internasional.