WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji tentara Inggris, tak lama setelah pernyataannya yang meremehkan peran NATO dalam perang di Afghanistan memicu kemarahan sejumlah sekutu.
Pada awal pekan ini, Trump membuat sekutu AS di NATO tersinggung setelah mengecilkan kontribusi aliansi tersebut dalam perang Afghanistan. Ia juga meragukan kesiapan NATO jika suatu saat Amerika Serikat membutuhkan bantuan.
Inggris disebut menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengecam pernyataan Trump. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Pangeran Harry turut menyampaikan kekesalannya.
Namun, setelah Trump berbicara dengan Keir Starmer pada Sabtu (24/1/2026), sikapnya berubah. Melalui media sosial Truth, Trump menyampaikan pujian kepada militer Inggris.
“Para prajurit pemberani dan hebat dari Inggris akan selalu bersama dengan Amerika Serikat,” tulis Trump, dikutip dari BBC. Ia juga menyinggung korban dari pihak Inggris selama perang di Afghanistan. “Di Afghanistan, 457 orang tewas, banyak dari mereka terluka, dan mereka adalah yang terhebat di antara semua ksatria,” ucapnya.
Trump menegaskan hubungan Inggris dan Amerika Serikat tidak akan rusak. “Ini adalah ikatan yang terlalu kuat untuk diputus. Militer Inggris, dengan hati dan jiwa yang luar biasa, tidak ada duanya (kecuali AS),” tulisnya. Ia menutup pernyataannya dengan kalimat, “Kami mencintai kalian semua, dan akan selalu mencintai kalian!”
Di Inggris, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyatakan puas dengan pengakuan Trump atas peran Inggris dalam upaya NATO membantu AS di Afghanistan. “Itu seharusnya tak dipertanyakan sejak awal,” ujarnya.

