Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat, di tengah perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
Melalui unggahan di akun Truth Social pada Jumat (6/3), Trump menyatakan tidak akan ada kesepakatan dengan Teheran kecuali Iran menyerah sepenuhnya. “Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat,” tulis Trump.
Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan sejumlah negara telah mulai melakukan upaya mediasi untuk menghentikan konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Pezeshkian tidak merinci negara yang terlibat, namun menyebut proses diplomatik sedang berjalan untuk meredakan ketegangan.
“Kami berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, tetapi tidak akan ragu membela martabat dan kedaulatan negara kami,” ujar Pezeshkian.
Trump juga menyatakan Washington dan sekutunya siap membantu pemulihan ekonomi Iran setelah tuntutan penyerahan tanpa syarat dipenuhi dan Iran memiliki pemimpin tertinggi baru yang dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump menyebut ingin memiliki peran dalam menentukan siapa pemimpin tertinggi Iran berikutnya, menggantikan Ali Khamenei yang dilaporkan tewas pada hari pertama konflik. Namun, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani menegaskan pemimpin baru Iran akan dipilih sesuai konstitusi negara itu tanpa campur tangan pihak asing.
Di sisi lain, seorang pejabat Amerika Serikat kepada Reuters mengatakan penyelidik militer sedang menelusuri kemungkinan keterlibatan pasukan AS dalam serangan yang mengenai sebuah sekolah perempuan di Iran pada hari pertama perang. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan anak, dan penyelidikan atas insiden itu masih berlangsung.
Ketegangan yang meningkat turut berdampak pada pasar global. Indeks saham di Eropa dan Amerika Serikat dilaporkan merosot tajam, sementara harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi sejak 2023 di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi.
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari, setelah serangan awal yang menargetkan Teheran terjadi ketika negosiasi mengenai program nuklir Iran tengah berlangsung.

