BERITA TERKINI
Trump Dijadwalkan Kunjungi Tiongkok, Isu Iran Diperkirakan Jadi Agenda Utama Pembicaraan dengan Xi

Trump Dijadwalkan Kunjungi Tiongkok, Isu Iran Diperkirakan Jadi Agenda Utama Pembicaraan dengan Xi

Beijing—Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Tiongkok pada pekan ini, dengan perang Iran disebut membayangi hampir seluruh pembahasan utama antara Washington dan Beijing. Kunjungan tersebut berlangsung selama dua hari, pada 14–15 Mei, dan menjadi perjalanan pertama Trump ke Tiongkok sejak kembali menjabat sebagai presiden.

Menurut laporan Reuters yang dikutip India Today pada Senin, 11 Mei 2026, di balik rangkaian seremoni yang disiapkan pemerintah Tiongkok, Trump diperkirakan akan menekan Presiden Xi Jinping agar menggunakan pengaruh Beijing terhadap Teheran. Langkah itu disebut terkait upaya Amerika Serikat menghentikan perang yang mengguncang kawasan Teluk dan pasar global.

Lawatan Trump berlangsung dalam situasi hubungan AS–Tiongkok yang dinilai sensitif, di tengah ketegangan soal tarif, Taiwan, kecerdasan buatan, dan mineral penting. Meski demikian, seorang pejabat senior AS menyebut isu Iran akan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan Trump dengan Xi.

Trump dijadwalkan tiba di Beijing setelah sebelumnya menunda perjalanan tersebut akibat perang Iran. Agenda kunjungan mencakup upacara penyambutan resmi, pembicaraan bilateral, jamuan kenegaraan, serta kunjungan ke Temple of Heaven.

Gedung Putih menggambarkan kunjungan itu sebagai langkah simbolis sekaligus strategis. Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kunjungan tersebut memiliki makna simbolis yang besar, namun menegaskan Trump tidak bepergian hanya untuk tujuan seremonial.

Di balik agenda resmi, pejabat pemerintahan AS menyatakan Trump akan menekan Xi terkait hubungan Tiongkok dengan Iran dan Rusia. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kepada AFP bahwa ia memperkirakan presiden akan memberikan tekanan terkait Iran.

Pejabat itu juga menyebut Trump berulang kali mengangkat isu pembelian minyak Iran oleh Tiongkok dan penjualan barang dual-use yang diyakini dapat mendukung operasi militer. Kelly menambahkan, Trump telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai Iran dan Rusia, termasuk soal pendapatan yang diberikan Tiongkok kepada kedua rezim tersebut.

Selain isu geopolitik, kedua negara diperkirakan membahas stabilitas ekonomi. Pejabat AS menyebut Washington dan Beijing kemungkinan mengumumkan forum perdagangan dan investasi baru untuk memperbaiki hubungan komersial kedua negara.

Pembahasan juga mencakup kemungkinan perpanjangan gencatan dagang yang dicapai tahun lalu, yang memungkinkan pasokan mineral tanah jarang dan bahan penting lainnya tetap mengalir dari Tiongkok ke AS. Namun, seorang pejabat mengatakan kedua pihak masih berhati-hati untuk secara terbuka berkomitmen memperpanjang kesepakatan tersebut dalam kunjungan kali ini.

“Belum jelas apakah itu akan diperpanjang sekarang atau nanti. Saya pikir yang diinginkan kedua pihak adalah stabilitas,” kata pejabat tersebut.

Xi Jinping dan istrinya juga dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.