Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 23 Februari 2026 diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS), pergeseran arus modal investor, hingga penyesuaian proyeksi harga minyak. Di saat bersamaan, AS juga mengumumkan inisiatif baru terkait kecerdasan buatan (AI), sementara badai salju besar memicu status darurat di berbagai wilayah.
Di Eropa, Inggris disebut berpotensi menjadi pihak yang terdampak paling besar dari perubahan kebijakan tarif AS. Setelah sebelumnya berharap memperoleh keuntungan perdagangan, Inggris kini menghadapi risiko kenaikan tarif paling tajam menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang menolak tarif global Presiden Donald Trump. Global Trade Alert mencatat tarif untuk Inggris diperkirakan naik dari 10% menjadi 15%, disusul Italia dan Singapura.
Komisi Eropa pada 22 Februari juga menuntut AS mematuhi ketentuan perjanjian perdagangan Uni Eropa (UE)-AS yang disepakati pada 2025. Tuntutan itu muncul setelah Mahkamah Agung AS menolak tarif balasan Presiden Trump, yang kemudian direspons dengan serangkaian tarif baru yang lebih luas.
Dari pasar energi, Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah untuk kuartal keempat 2026. Bank investasi tersebut menaikkan proyeksi Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing sebesar US$6 menjadi US$60 per barel dan US$56 per barel. Penyesuaian itu dikaitkan dengan tingkat persediaan yang rendah di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Sementara itu, arus dana investor AS menunjukkan pergeseran. Investor Amerika menarik uang dari pasar saham domestik dengan laju tercepat dalam setidaknya 16 tahun terakhir, seiring melemahnya momentum saham-saham teknologi utama dan meningkatnya daya tarik pasar luar negeri yang berkinerja lebih baik. Data London Stock Exchange Group (LSEG) menunjukkan dalam enam bulan terakhir investor berbasis di AS menarik sekitar US$75 miliar dari produk ekuitas domestik.
Di bidang teknologi, AS mengumumkan inisiatif baru bernama “Korps Teknologi” yang disebut menyerupai model Korps Perdamaian, namun berfokus pada AI. Menurut engadget.com, program ini ditujukan untuk memperkuat posisi dominan AS di pasar AI internasional dengan merekrut lulusan STEM serta profesional AI berpengalaman untuk bertugas di negara-negara mitra.
Dari dalam negeri AS, sejumlah daerah menyatakan keadaan darurat menjelang badai salju dahsyat yang diperkirakan melanda wilayah timur laut. Pada 22 Februari waktu setempat, Wali Kota New York City Zohran Mamdani memerintahkan penangguhan seluruh jaringan transportasi perkotaan, kecuali kendaraan tanggap darurat. Puluhan juta orang dari Washington, D.C., hingga Maine dilaporkan bersiap menghadapi badai yang diperkirakan membawa hingga 60 sentimeter salju di beberapa daerah.
Ketidakpastian terkait tarif AS juga mengguncang pasar kripto. Dalam perdagangan Asia pada 23 Februari, harga Bitcoin melemah lebih dari 5% hingga turun di bawah US$65.000. Penurunan terjadi setelah Presiden Trump mengumumkan rencana menaikkan tarif global menjadi 15%, yang memukul sentimen investor.

