JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, menyambut baik tercapainya gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel. Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti sebagai langkah sementara, melainkan dapat berkembang menjadi perdamaian yang permanen.
“Kita menyambut baik gencatan senjata ini dan berharap dapat terus berlanjut secara permanen. Dunia membutuhkan stabilitas, dan yang lebih penting adalah tidak ada lagi negara yang melakukan agresi terhadap negara lain,” ujar Sukamta.
Menurutnya, gencatan senjata merupakan langkah positif, namun perlu disertai komitmen semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan, termasuk tekanan ekonomi dan energi yang berpotensi merugikan masyarakat global.
Sukamta juga menyinggung sejumlah gencatan senjata sebelumnya yang melibatkan Israel, yang menurutnya kerap diwarnai pelanggaran kesepakatan, baik di Palestina maupun Lebanon. Ia merujuk pada perkembangan terbaru yang disebutnya menimbulkan ratusan korban jiwa akibat agresi Israel ke Lebanon pada Rabu (7/4), saat gencatan senjata antara AS dan Iran.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita bahwa Israel sering tidak berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat. Ini bahaya bagi perwujudan perdamaian kawasan. Pihak-pihak terkait, khususnya Presiden Trump, harus memastikan Israel untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” tegasnya.
Ia menilai dinamika konflik global kini mengalami pergeseran. Konflik tidak lagi hanya berbasis kekuatan militer, tetapi juga bergerak ke arah tekanan sistemik pada sektor energi dan ekonomi global. Dalam konteks ini, kawasan strategis seperti Selat Hormuz disebutnya memiliki peran krusial terhadap stabilitas dunia.
Sukamta menegaskan Indonesia memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas global karena dampak konflik dapat dirasakan pada sektor energi, perdagangan, dan daya beli masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus mengedepankan diplomasi aktif dan memainkan peran strategis dalam menjaga perdamaian.
Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia di forum internasional, seperti ASEAN, Organisation of Islamic Cooperation, dan United Nations, untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai serta menolak segala bentuk agresi antarnegara.
Secara khusus, Sukamta berharap momentum gencatan senjata ini dapat menjadi pintu masuk bagi penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk terwujudnya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Kita berharap gencatan senjata ini tidak hanya menghentikan eskalasi sementara, tetapi menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan permanen, termasuk kemerdekaan bagi Palestina sebagai negara yang berdaulat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor energi dan ekonomi, agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global. Menutup pernyataannya, Sukamta kembali menegaskan harapannya agar gencatan senjata dapat berjalan permanen, agresi antarnegara dihentikan, dan hak-hak bangsa Palestina terpenuhi melalui kemerdekaan yang sah serta diakui dunia.