Pemerintah Spanyol dilaporkan tengah mengintensifkan negosiasi dengan Airbus Defence & Space untuk menambah jumlah armada pesawat tanker A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT). Langkah ini disebut sebagai respons atas pelajaran yang dipetik Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol dari berbagai konflik dan krisis global terbaru, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Saat ini, Ejército del Aire y del Espacio mengoperasikan tiga unit A330 MRTT yang berpangkalan di Wing 45, Torrejón de Ardoz. Jumlah tersebut dinilai tidak lagi memadai untuk menanggung beban operasi yang tinggi.
Sejak mulai bertugas, A330 MRTT Spanyol dilaporkan nyaris terus beroperasi dengan cakupan misi yang luas. Pesawat ini digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling/AAR) bagi jet tempur Eurofighter Typhoon dan F/A-18 Hornet, transportasi VVIP/VIP, pengangkutan pasukan dan kargo antarbenua, serta evakuasi medis.
Tingginya intensitas pemakaian memunculkan kekhawatiran mengenai percepatan usia pakai pesawat. Karena itu, penambahan armada dipandang penting untuk menjaga kesiapan operasional.
Situasi di Timur Tengah yang melibatkan Iran disebut menjadi titik balik bagi Madrid. Dalam skenario krisis, pembatasan ruang udara sipil dan ketidakpastian dukungan logistik dari negara sekutu dinilai menunjukkan risiko ketergantungan pada pihak ketiga.
Dengan kemampuan terbang lebih dari 18 jam dan jangkauan antarbenua tanpa henti, A330 MRTT dianggap memberi Spanyol “otonomi strategis”. Pesawat ini disebut mampu mengirimkan bantuan atau memindahkan aset tempur hingga sekitar 11.000 kilometer secara mandiri, sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat tanpa bergantung pada izin transit negara lain.
Armada A330 MRTT Spanyol merupakan hasil konversi dari unit komersial A330-200 milik Iberia di fasilitas Getafe. Pesawat ini memiliki kapasitas bahan bakar lebih dari 100 ton dan dapat menggunakan sistem Boom serta Hose-and-Drogue secara bersamaan. A330 MRTT juga dilengkapi sistem A3R (Automatic AAR) untuk meningkatkan presisi dan mengurangi beban kerja kru.
Untuk misi angkut, A330 MRTT dapat membawa hingga 200 personel atau sekitar 45 ton kargo. Kebutuhan Spanyol terhadap pesawat tanker strategis juga dikaitkan dengan kekosongan kemampuan sejak Boeing 707 dipensiunkan pada 2016.
Meski Spanyol mengoperasikan A400M Atlas, pesawat itu lebih difokuskan untuk misi taktis jarak pendek hingga menengah, bukan misi strategis antarbenua yang memerlukan volume bahan bakar besar.
Dengan memperluas armada A330 MRTT, Spanyol disebut tidak hanya memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga mempertegas perannya dalam misi kolektif NATO dan Uni Eropa pada masa mendatang.

