BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Global 6 Maret 2026: Risiko Perang, Tekanan Energi, dan Pengetatan Kebijakan Dagang

Sorotan Ekonomi Global 6 Maret 2026: Risiko Perang, Tekanan Energi, dan Pengetatan Kebijakan Dagang

Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 6 Maret 2026 menyoroti dampak meningkatnya konflik di Timur Tengah terhadap biaya logistik, harga komoditas, kebijakan energi, hingga pergerakan mata uang. Di saat yang sama, Amerika Serikat melanjutkan pembahasan pengetatan aturan perdagangan dan imigrasi kerja, sementara Uni Eropa mengambil langkah pengamanan untuk sektor pertanian dalam kerangka kerja sama dengan Mercosur.

Di sektor logistik, Mediterranean Shipping Company (MSC) mengumumkan penerapan “biaya tambahan risiko perang” hingga US$4.000 per peti kemas untuk barang yang dikirim ke negara-negara Afrika dan pulau-pulau Samudra Hindia dari India serta negara-negara Teluk. Kebijakan ini menambah tekanan biaya pengiriman di tengah ketidakpastian keamanan rute perdagangan.

Tekanan juga dirasakan sektor pertanian global. Petani di berbagai negara menghadapi risiko kerugian lebih besar karena harga bahan bakar dan pupuk melonjak menjelang musim tanam musim semi yang krusial di Belahan Bumi Utara. Kenaikan itu dikaitkan dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu blokade Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman sekitar sepertiga ekspor pupuk dunia dan seperlima ekspor bahan bakar.

Dari sisi kebijakan perdagangan, Amerika Serikat dan Meksiko pada 5 Maret menyatakan para negosiator kedua negara akan menggelar diskusi bilateral bulan ini untuk mempersiapkan peninjauan bersama atas Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Pembicaraan ini berlangsung di tengah tekanan tarif dari Presiden AS Donald Trump.

Washington juga mempertimbangkan pengetatan regulasi ekspor chip kecerdasan buatan (AI). Pemerintahan Trump membahas kerangka hukum baru yang, menurut dokumen yang diakses Reuters, dapat mewajibkan negara asing berkomitmen berinvestasi di pusat data AS atau memberikan jaminan keamanan tertentu sebelum diizinkan mengimpor chip canggih dalam jumlah besar.

Di pasar komoditas, harga aluminium berada di jalur mencatat kenaikan mingguan terkuat sejak September 2024. Penguatan ini terjadi ketika meningkatnya konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman dari kawasan tersebut dan mengacaukan pasar komoditas spot.

Amerika Serikat juga mulai menerapkan perubahan besar pada sistem visa H-1B setelah mengakhiri mekanisme lotere. Mulai bulan ini, untuk pertama kalinya perusahaan yang berhasil mensponsori imigran profesional dari luar negeri harus membayar biaya sebesar US$100.000, sebuah kebijakan yang menjadi ujian awal bagi reformasi tersebut.

Di sektor energi, lonjakan harga minyak dan bensin akibat konflik di Timur Tengah mendorong pemerintahan Presiden Trump mencari cara menstabilkan pasar. Gedung Putih menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai langkah, dari tindakan segera hingga opsi yang lebih kompleks dan berjangka panjang.

Dampak krisis kawasan juga merembet ke industri otomotif. Nikkei Asia melaporkan Toyota Motor akan memangkas produksi hampir 40.000 kendaraan untuk pasar Timur Tengah akibat masalah logistik yang timbul dari situasi di wilayah tersebut.

Di pasar keuangan, dolar AS pada perdagangan pagi 6 Maret di Asia mempertahankan momentum penguatan dan menuju kenaikan mingguan terkuatnya dalam lebih dari setahun. Meningkatnya konflik di Timur Tengah mendorong permintaan investor terhadap aset safe-haven, termasuk dolar AS.

Sementara itu, menurut sumber diplomatik pada 5 Maret, China mendesak Iran membuka “koridor aman” di Selat Hormuz. Beijing disebut tengah bernegosiasi untuk mengamankan jalur bagi kapal tanker minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari Qatar yang melintasi selat tersebut, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, Israel, dan Iran.

Dari Eropa, Dewan Uni Eropa pada 5 Maret secara resmi menyetujui peraturan mengenai implementasi ketentuan pengamanan bilateral untuk produk pertanian dalam Perjanjian Kemitraan Uni Eropa–Mercosur dan Perjanjian Perdagangan Sementara Uni Eropa–Mercosur. Langkah ini menegaskan upaya UE menata mekanisme perlindungan sektor pertanian dalam kerangka kerja sama dagang dengan blok Amerika Selatan tersebut.