BERITA TERKINI
Sorotan Ekonomi Global 5 Mei 2026: Tekanan Selat Hormuz, Agenda G7, dan Perlombaan Mata Uang Digital

Sorotan Ekonomi Global 5 Mei 2026: Tekanan Selat Hormuz, Agenda G7, dan Perlombaan Mata Uang Digital

Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 5 Mei 2026 menyoroti meningkatnya ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, gangguan jalur perdagangan energi, hingga persaingan teknologi dan mata uang digital. Dari forum investor di Amerika Serikat hingga pertemuan negara-negara G7 di Paris, isu stabilitas pasokan energi dan arah kebijakan ekonomi menjadi perhatian utama.

Di Beverly Hills, Konferensi Global Milken Institute mempertemukan investor dan pemimpin bisnis di tengah volatilitas ekonomi global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik, pergeseran modal, serta dampak kecerdasan buatan (AI). Ketua dan CEO Blackstone, Jonathan Gray, menyampaikan pandangannya bahwa ekonomi Amerika Serikat dan ekonomi global tetap tangguh menghadapi guncangan.

Sementara itu di Eropa, proyek euro digital dinilai berjalan lambat sehingga memunculkan risiko kawasan tersebut tertinggal dalam persaingan mata uang digital global. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan kekecewaannya terhadap kemajuan proyek tersebut. Berdasarkan rencana yang ada, mata uang digital yang diterbitkan ECB disebut paling cepat dapat diluncurkan pada 2029, meningkatkan tekanan agar percepatan dilakukan.

Di Paris, para menteri perdagangan negara-negara G7 dijadwalkan bertemu pada 5–6 Mei untuk membahas mineral esensial dan pengelolaan e-commerce. Pertemuan ini diperkirakan tidak akan secara langsung membahas ancaman tarif baru Amerika Serikat terhadap mobil-mobil Eropa. Agenda tersebut berlangsung di tengah gangguan ekonomi global yang dipicu perkembangan di Selat Hormuz.

Gangguan di Selat Hormuz menjadi sorotan setelah ratusan kapal dilaporkan berkumpul di dekat Dubai pada 5 Mei, ketika banyak kapal bergegas meninggalkan jalur strategis itu seiring meningkatnya ketegangan. Kepala Riset Pelayaran Global di Oil Brokerage Ltd, Anoop Singh, menilai arus perdagangan melalui jalur air tersebut kemungkinan tidak akan pulih dalam waktu dekat.

Situasi ini turut memicu kekhawatiran di pasar energi. Ketua dan CEO Chevron, Mike Wirth, memperingatkan bahwa pasar minyak mentah global dapat segera menghadapi kekurangan pasokan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20% minyak mentah dunia. Berbicara dalam acara Milken Institute, Wirth menyatakan ekonomi global dapat melambat, dimulai di Asia, karena permintaan menyesuaikan diri dengan penurunan pasokan.

Dari sisi kebijakan kawasan, Eurogroup menyatakan perlunya memperkuat koordinasi menghadapi risiko ekonomi. Setelah pertemuan para menteri keuangan Eurogroup di Brussels pada 4 Mei, Presiden Kyriakos Pierrakakis mengatakan negara-negara zona euro semakin merasakan dampak ketidakstabilan di Timur Tengah. Ia menekankan harapan normalisasi cepat di kawasan tersebut belum terwujud, sementara lingkungan yang tidak stabil terus menekan harga energi, inflasi, dan pertumbuhan.

Di sektor teknologi, Apple dilaporkan mencari alternatif pemasok chip di luar mitra tradisionalnya, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), sebagai upaya diversifikasi rantai pasok. Menurut sumber yang dekat dengan pembahasan tersebut, Apple telah mengadakan diskusi awal dengan Intel mengenai kemungkinan memanfaatkan layanan manufaktur chipnya. Perusahaan juga disebut menghubungi Samsung Electronics, termasuk kunjungan ke pabrik manufaktur chip canggih Samsung di Texas.