Sejumlah perkembangan ekonomi global pada 27 Maret 2026 menyoroti meningkatnya ketidakpastian di pasar, terutama terkait hubungan dagang China–Amerika Serikat, gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah, serta pergerakan mata uang dan komoditas.
China buka dua investigasi perdagangan terhadap AS
China memulai dua investigasi terkait tindakan Amerika Serikat yang menyangkut rantai pasokan dan produk energi terbarukan. Langkah ini dipandang sebagai respons atas investigasi perdagangan yang dilakukan AS, dan muncul menjelang pertemuan puncak para pemimpin kedua negara.
Produsen Timur Tengah mulai melepas cadangan minyak di Jepang
Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa menyatakan produsen Timur Tengah telah mulai melepaskan minyak yang disimpan bersama di Jepang. Kebijakan ini ditujukan untuk menambah pasokan dari cadangan negara dan swasta, sekaligus meredakan kekhawatiran pasokan di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Macquarie: Harga minyak bisa menyentuh US$200 per barel
Macquarie Group Ltd. memperkirakan harga minyak berpotensi mencapai rekor US$200 per barel apabila konflik antara AS, Israel, dan Iran berlanjut hingga Juni 2026 dan Selat Hormuz tetap diblokade. Dalam laporan terbarunya, analis Macquarie menilai berlanjutnya konflik hingga kuartal kedua tahun ini dapat mendorong harga minyak ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Pasokan LNG global menghadapi guncangan ganda
Pasar gas alam cair (LNG) menghadapi tekanan dari dua arah. Tiga fasilitas produksi LNG di Australia terpaksa mengurangi produksi setelah terdampak Topan Tropis Narelle. Gangguan ini menambah beban bagi pelanggan utama di Asia yang sebelumnya sudah menghadapi masalah pasokan dari Qatar. Situasi memburuk menyusul penutupan Selat Hormuz dan penutupan pabrik LNG terbesar di dunia di Qatar akibat aktivitas militer Iran.
Dolar AS menuju kenaikan bulanan terkuat sejak Juli 2025
Dolar AS berada di jalur mencatat bulan terkuatnya sejak Juli 2025. Indeks USD Bloomberg dilaporkan naik lebih dari 2% sejak awal Maret 2026, didorong aliran dana ke aset aman serta menurunnya kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve. Konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi turut memengaruhi perubahan strategi investor terhadap mata uang cadangan utama dunia.
Maskapai Korea Selatan tertekan akibat konflik Timur Tengah
Industri penerbangan Korea Selatan memasuki periode yang sulit karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah mengganggu pasokan bahan bakar pesawat. Dampaknya, biaya operasional meningkat dan maskapai menghadapi kebutuhan untuk menaikkan biaya tambahan sekaligus mengurangi penerbangan.
Singapura rancang langkah menjadi pusat perdagangan emas global
Di tengah meningkatnya minat investor untuk menyimpan dan memperdagangkan logam mulia, Singapura mengumumkan rencana untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan emas global. Rencana tersebut diarahkan untuk memperkokoh peran Singapura dalam aktivitas perdagangan emas internasional.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bagaimana ketegangan geopolitik dan cuaca ekstrem dapat memicu tekanan berlapis pada pasar energi, memengaruhi biaya transportasi, serta mengubah arus investasi global menuju aset yang dianggap lebih aman.

