Sejumlah perkembangan ekonomi dan bisnis global pada 10 Februari 2026 menyorot dampak cuaca ekstrem di Amerika Serikat, rencana kebijakan perdagangan Washington, hingga penguatan pasar saham Jepang yang dipicu sentimen politik domestik. Di saat yang sama, perusahaan teknologi besar menghadapi tekanan hukum baru terkait dampak media sosial pada pengguna muda.
Biaya listrik AS melonjak akibat gelombang dingin
Biaya listrik di jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat pada Januari 2026. Kenaikan ini dipicu suhu dingin yang memecahkan rekor dan berlangsung berkepanjangan, sehingga mendorong lonjakan permintaan pemanasan. Kondisi tersebut membuat operator memaksimalkan pasokan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.
Seiring dengan itu, harga gas alam juga naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun di Pantai Timur dan mencetak rekor di banyak daerah, ketika cuaca beku menyelimuti sebagian besar wilayah AS.
Rencana AS memberi pengecualian tarif chip bagi perusahaan cloud
Departemen Perdagangan AS disebut tengah membahas rencana pemberian pengecualian tarif kepada penyedia layanan cloud utama AS, termasuk Amazon, Google, dan Microsoft. Seorang pejabat pemerintah menyatakan rencana tersebut masih dalam pembahasan dan belum disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden.
Pejabat itu juga mengindikasikan skala program pengembalian tarif potensial akan terkait dengan perjanjian perdagangan AS–Taiwan (China) yang baru-baru ini dicapai.
Ekspor beras Jepang cetak rekor untuk tahun kelima
Pemerintah Jepang melaporkan ekspor beras negara itu naik 3,7% pada 2025 menjadi 48.000 ton. Capaian tersebut menandai rekor tertinggi baru untuk tahun kelima berturut-turut sejak 2020, yang merupakan tahun pertama data dikumpulkan menggunakan standar terkini.
Gugatan bersejarah terhadap platform media sosial dimulai
Di Amerika Serikat, pertarungan hukum yang dinilai menjadi ujian besar atas tanggung jawab perusahaan teknologi resmi dimulai di Los Angeles pada 9 Februari. Untuk pertama kalinya, perusahaan seperti Meta dan Google menjawab pertanyaan juri terkait tuduhan sengaja memanipulasi psikologi dan merancang fitur yang bersifat adiktif bagi pengguna muda.
Saat ini, platform media sosial menghadapi gelombang ratusan gugatan di berbagai wilayah AS. Gugatan tersebut menuduh platform mengarahkan pengguna muda ke konten negatif dan dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti depresi, gangguan makan, hingga bunuh diri.
Nikkei 225 kembali mencetak rekor di tengah optimisme politik
Pasar saham Jepang melanjutkan penguatan pada pagi 10 Februari. Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 1.256,89 poin atau 2,23% ke level 57.620,83, mencetak rekor tertinggi baru untuk hari kedua berturut-turut.
Penguatan tersebut dikaitkan dengan optimisme investor setelah kemenangan telak koalisi penguasa Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Inovasi Jepang (JIP) dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat yang baru-baru ini digelar.
Kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi menarik perhatian investor global
Minat investor asing terhadap pasar saham Jepang diperkirakan menguat setelah kemenangan telak LDP dalam pemilihan umum. Sejumlah ahli memperkirakan pembelian bersih dapat meningkat hingga lima kali lipat dalam beberapa bulan mendatang, melampaui tingkat yang pernah tercatat pada masa mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.
Federal Reserve menilai dampak tarif lebih ringan dari kekhawatiran awal
Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menyatakan kebijakan tarif pemerintahan Trump berdampak “jauh lebih ringan” dibanding kekhawatiran awal. Ia berpendapat mitra asing dan bisnis mereka menjadi penerima manfaat utama dari peningkatan tarif, bukan konsumen Amerika.
Miran juga menolak pandangan yang umum di kalangan ekonom bahwa tarif pada akhirnya merugikan konsumen AS melalui kenaikan harga, sementara negara-negara pengekspor hanya menanggung penurunan margin keuntungan.

