Sony mengumumkan kenaikan harga PlayStation 5 (PS5) di sejumlah pasar, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, yang mulai berlaku pada 2 April. Perusahaan menyebut kebijakan ini dipicu oleh “tekanan berkelanjutan dalam lanskap ekonomi global”.
Di Inggris, harga PS5 naik sebesar £90, sementara di Amerika Serikat kenaikannya mencapai $100. Sony menyatakan penyesuaian tersebut akan berdampak pada harga eceran yang direkomendasikan untuk sejumlah perangkat, termasuk PS5, PS5 Pro, dan PlayStation Portal, di berbagai negara.
Kenaikan ini terjadi kurang dari setahun setelah Sony juga menaikkan harga PS5 Digital Edition (versi tanpa disk) sebesar £40, yang saat itu dikaitkan dengan kondisi pasar yang disebut “menantang”.
Sony menyebut kenaikan harga kali ini sebagai langkah yang diperlukan agar perusahaan dapat terus menghadirkan pengalaman bermain gim yang inovatif dan berkualitas tinggi bagi pemain di seluruh dunia.
Menurut laporan BBC, perubahan tersebut membuat harga eceran yang direkomendasikan untuk PS5 di Inggris menjadi £569,99, atau naik sekitar 19%. PS5 Digital Edition di Inggris akan dijual seharga £519,99 (naik 21%), sementara PS5 Pro menjadi £789,99 (naik 13%).
Adapun PlayStation Portal disebut akan naik £20 menjadi £219,99.
Analis industri gim Piers Harding-Rolls dari Ampere Analysis mengatakan kepada BBC bahwa kenaikan harga terbaru dari Sony “hampir tak terhindarkan”. Ia mengaitkannya dengan guncangan rantai pasokan yang lebih luas, terutama akibat kenaikan harga RAM dan penyimpanan—dua komponen penting dalam pembuatan konsol.
Menurutnya, permintaan terhadap komponen tersebut meningkat seiring bertambahnya pembangunan pusat data yang mendukung AI di berbagai negara. “Karena tidak ada tanda-tanda penurunan harga, sebagian besar disebabkan oleh permintaan infrastruktur AI, Sony mengambil langkah ini untuk melindungi margin keuntungan perangkat kerasnya yang tipis,” kata Harding-Rolls.
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan perusahaan lain di industri konsol akan mengambil langkah serupa. Kekhawatiran terkait lonjakan biaya RAM dan penyimpanan juga disebut menjadi isu besar di sektor gim. Valve, perusahaan di balik toko gim PC Steam, menyatakan persoalan tersebut membuat mereka harus merevisi jadwal peluncuran dan harga konsol hybrid PC yang diumumkan tahun lalu.

