Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, Sabtu siang (7/3/2026). Kunjungan tersebut diisi dengan diskusi mengenai tugas diplomasi, pelayanan warga negara Indonesia (WNI), hingga penanganan persoalan pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah kerja KJRI Johor Bahru.
Rombongan SMSI Kepri disambut oleh Dhania Afini Lestari selaku Pelaksana Fungsi Konsuler II KJRI Johor Bahru. Karena berlangsung pada akhir pekan, suasana kantor konsulat disebut lebih tenang dibanding hari kerja, meski area kantor tetap terlihat tertata rapi.
Di ruang tunggu, sejumlah karangan bunga tampak tersusun. Dhania menjelaskan, karangan bunga tersebut dikirim sebagai ucapan belasungkawa atas wafatnya mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, wafat pada 2 Maret 2026.
Sambil menunggu agenda pertemuan, pengurus SMSI Kepri berbincang dengan staf konsulat mengenai pengalaman menjalankan tugas diplomatik dan dinamika pelayanan WNI di luar negeri. Abdul Hamid dari bagian Penerangan, Sosial, dan Budaya kemudian bergabung sehingga diskusi berlanjut lebih luas.
Pertemuan resmi berlangsung setelah Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, tiba di kantor konsulat. Ia menyapa rombongan didampingi sejumlah staf, di antaranya Erry Kananga serta Atika Andriani dari bidang Penerangan, Sosial, dan Budaya. Diskusi kemudian dilanjutkan di ruang rapat lantai dua dengan suasana yang disebut tetap santai.
Dalam pertemuan itu, Sigit memaparkan wilayah kerja KJRI Johor Bahru yang mencakup empat negeri di Malaysia, yakni Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Pahang. Ia menyebut jumlah WNI di wilayah tersebut sekitar 147.634 orang, dengan rincian 116.432 di Johor, 13.640 di Melaka, 6.634 di Negeri Sembilan, dan 10.923 di Pahang.
“Setiap bulan tercatat sekitar dua ribu WNI masuk secara resmi ke wilayah kerja kami,” kata Sigit. Di luar angka itu, ia menyebut masih ada perkiraan WNI yang tidak memiliki dokumen resmi, yang menjadi tantangan tersendiri dalam perlindungan dan pelayanan.
Sigit menegaskan kepada jajarannya agar mengedepankan pelayanan maksimal bagi WNI yang menghadapi persoalan. “Tidak boleh ada WNI yang dibiarkan menghadapi persoalan sendirian. Kami berupaya melakukan pendampingan hingga ditemukan solusi, termasuk bila harus dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya.
Ia juga berbagi pengalaman selama bertugas sebagai diplomat, termasuk perlunya pendekatan kreatif untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks. Sigit menyampaikan bahwa sebelum menjadi diplomat, ia pernah berkarier sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi nasional, sehingga memahami pentingnya hubungan yang baik dengan media.
Menurutnya, kecepatan informasi, ketajaman analisis, dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam memimpin perwakilan RI di luar negeri. Ia menyebut KJRI Johor Bahru kerap masuk lima besar kategori Best Performing Pengelolaan Media Citizen Journalism dari 131 perwakilan Indonesia di berbagai negara.
Dalam kesempatan yang sama, SMSI Pusat melalui SMSI Kepulauan Riau menyerahkan Piagam Penghargaan Sahabat Pers kepada KJRI Johor Bahru. Piagam diserahkan oleh Bendahara SMSI Kepri Allib Murniman, didampingi Indra Helmi dan Sarah Melina.
“Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, dukungan, dan sinergi yang telah terjalin bersama insan pers, khususnya SMSI Kepri, dalam membangun komunikasi yang harmonis serta mendukung penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat, terutama bagi para pekerja migran kita,” ujar Allib saat penyerahan.
Menutup pertemuan, kedua pihak membahas rencana kerja sama lanjutan antara KJRI Johor Bahru dan SMSI Kepri. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan penyebaran informasi kawasan perbatasan serta upaya perlindungan pekerja migran Indonesia, yang disebut akan dimatangkan dalam waktu dekat.

