BERITA TERKINI
Sinopsis Novel "Dia Angkasa": Keunikan Tiga Tokoh Berawalan A dan Catatan Kekurangannya

Sinopsis Novel "Dia Angkasa": Keunikan Tiga Tokoh Berawalan A dan Catatan Kekurangannya

Sinopsis merupakan gambaran ringkas yang menjelaskan cerita secara menyeluruh tanpa masuk ke detail mendalam. Umumnya, sinopsis memuat beberapa elemen utama, seperti ringkasan alur dari awal hingga akhir, pengenalan karakter utama beserta relasinya, latar tempat dan waktu, tema atau pesan utama, serta konflik utama yang menjadi fokus cerita.

Dalam novel Dia Angkasa, sinopsisnya dinilai memiliki keunikan sekaligus kekurangan. Keunikannya terlihat dari cara penulis menampilkan tiga tokoh dengan karakter berbeda namun memiliki kesamaan pada huruf awal nama mereka, yakni Angkasa, Analisa, dan Aurora. Kesamaan tersebut menjadi penanda yang mudah diingat, sementara masing-masing tokoh tetap dibedakan melalui ciri khasnya: Angkasa identik dengan dasi yang diikat di kepala, Analisa disebut sebagai “ratu matematika”, dan Aurora digambarkan sebagai perempuan berkulit putih pucat dengan bandana biru.

Sejumlah penilaian juga menyoroti gaya penceritaan novel ini. Dalam sebuah ulasan, Nandy menyebut kisah Dia Angkasa menggunakan bahasa sehari-hari ala remaja sehingga dinilai mudah dipahami. Ia juga berpendapat cerita tersebut tidak hanya berkutat pada percintaan remaja, tetapi turut memuat nilai kekeluargaan dan persahabatan.

Di sisi lain, sinopsis novel ini dinilai belum menampilkan konflik utama secara jelas. Penilaian tersebut menyebut sinopsis lebih banyak menonjolkan tokoh utama, Angkasa Naufal Merapi, tanpa menjabarkan masalah utama yang akan menjadi penggerak cerita. Selain itu, dalam meresensi novel Dia Angkasa, Fira dan Herniati menilai latar tempat pada cerita memiliki kekurangan karena pengambilan latar “sekolah” dianggap terlalu banyak, meskipun kisahnya memang berfokus pada kehidupan anak sekolah.

Adapun sinopsis Dia Angkasa menggambarkan Angkasa Naufal Merapi sebagai remaja yang dikenal sebagai siswa berandalan nomor satu di SMA Andromeda. Ia disegani dan disebut sebagai ketua perkumpulan besar bernama SATROVA. Angkasa digambarkan tidak suka diganggu dan cenderung menjalani hidup dengan prinsip “hidupnya adalah urusannya”, sementara kisah indah dan menyenangkan disebut tidak termasuk dalam rangkaian hidupnya.

Perjalanan hidupnya berubah ketika ia bertemu seorang perempuan berbandana biru yang menjadi pengecualian bagi dirinya. Sosok itu disebut mampu meredakan ego dan keras kepala Angkasa, sekaligus menjadi seseorang yang dijaga dengan baik olehnya. Perempuan tersebut adalah Aurelani Aurora.