Nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan, turun 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp16.997 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik, terutama konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan inflasi Amerika Serikat yang berada di kisaran 2,4 persen secara tahunan. Inflasi yang relatif stabil dinilai memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpeluang mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut cenderung menopang penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Dari sisi eksternal lainnya, pasar juga memantau dinamika konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi serta meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global.
Dari dalam negeri, Amru menilai rupiah masih ditopang fundamental ekonomi yang relatif solid, seperti inflasi yang terkendali, stabilitas makroekonomi yang terjaga, serta kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan surplus.
Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, pemerintah dan Bank Indonesia disebut dapat memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas pasar keuangan. Upaya yang dapat ditempuh antara lain intervensi terukur di pasar valuta asing serta memastikan kecukupan likuiditas dolar di pasar domestik.
Menurut Amru, stabilitas pasar valas dan ketersediaan likuiditas dolar diperlukan untuk menjaga kelancaran transaksi perdagangan internasional, membatasi volatilitas nilai tukar, serta mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga melemah ke level Rp16.990 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.934 per dolar AS.

