Sebuah seminar membahas perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah dan Afrika serta implikasinya terhadap diplomasi antar masyarakat Vietnam. Kegiatan ini dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Nguyen The Ky, Ketua Komite Solidaritas dan Kerja Sama Vietnam dengan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Seminar dihadiri oleh Dong Huy Cuong selaku Wakil Presiden Persatuan Organisasi Persahabatan Vietnam, bersama delegasi dan peneliti dari Kementerian Luar Negeri, serta para pemimpin dan staf dari departemen dan unit kantor tetap Persatuan Organisasi Persahabatan Vietnam.
Dalam agenda tersebut, para peserta mendengarkan sejumlah pemaparan tentang situasi di Timur Tengah dan Afrika, termasuk dampak serta implikasinya terhadap kebijakan luar negeri Vietnam. Presentasi disampaikan oleh Nguyen Phuong Tra, Direktur Departemen Timur Tengah dan Afrika (Kementerian Luar Negeri); Assoc. Prof. Dr. Le Phuoc Minh, Anggota Presidium Komite; Dr. Do Duc Hiep dari Jurnal Studi Humaniora; Duta Besar Nguyen Quang Khai, Anggota Komite Tetap Komite; serta pembicara lainnya.
Assoc. Prof. Dr. Le Phuoc Minh menilai kerja sama ekonomi Vietnam dan Afrika berada pada titik balik penting, yakni dari fase “eksplorasi pasar” menuju “pembangunan ekosistem kerja sama”. Ia menyebut capaian perdagangan, khususnya di sektor pertanian, serta beberapa proyek investasi yang dinilai khas, menunjukkan potensi kerja sama kedua pihak.
Namun, menurut Minh, terobosan akan sulit dicapai apabila hambatan terkait institusi, logistik, keuangan, dan informasi pasar tidak ditangani secara menyeluruh. Ia menambahkan, bila dijalankan secara konsisten, kerja sama Vietnam-Afrika tidak hanya mendukung diversifikasi pasar dan rantai pasokan Vietnam, tetapi juga dapat berkontribusi positif terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Dong Huy Cuong mengapresiasi pandangan para delegasi. Ia menilai masukan yang disampaikan bersifat jujur, berwawasan luas, dan komprehensif sehingga membantu melihat kondisi saat ini serta prospek ke depan.
Assoc. Prof. Dr. Nguyen The Ky menyatakan situasi di Timur Tengah dan Afrika tengah mengalami banyak perkembangan yang memunculkan tantangan bagi kepentingan langsung berbagai negara, termasuk Vietnam. Dalam konteks tersebut, ia menekankan perlunya meningkatkan otonomi dalam memobilisasi kekuatan internasional dan mengusulkan inisiatif untuk menjaga arah diplomasi antar masyarakat, sebagai kontribusi bagi pembangunan negara.

