Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus mengembangkan sektor pariwisata dan industri kecil menengah (IKM). Upaya tersebut disebut mulai membuahkan hasil, salah satunya dengan terpilihnya Kabupaten Blitar sebagai tujuan kegiatan diplomatic outreach yang dihadiri sembilan duta besar dan pejabat diplomatik dari sejumlah negara Timur Tengah, Afrika, serta Kepulauan Fiji.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan para duta besar dan pejabat diplomatik dijadwalkan berada di Kabupaten Blitar selama empat hari, yakni pada 5–8 Maret. Negara yang disebut hadir antara lain Republik Irak, Republik Mesir, Maroko, Yordania, Afrika Selatan, Republik Fiji, Republik Tunisia, serta Qatar.
Selama kunjungan, rombongan mengikuti rangkaian agenda seperti welcome dinner, rapat koordinasi Forum Ekonomi Blitar–Timur Tengah, serta peninjauan sejumlah lokasi wisata dan sentra IKM. Beberapa titik yang dikunjungi di antaranya Kampung Jenang di Desa Rejowinangun, Kampung Coklat di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan, peternakan PT Greenfield, Perkebunan Sirahkencong, Pantai Serang, dan Makam Bung Karno, serta lokasi lainnya.
Rijanto menyebut kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Kabupaten Blitar menerima kedatangan duta besar dari negara-negara Timur Tengah dan negara lain yang tergabung dalam kegiatan itu. Menurut dia, tujuan diplomatic outreach adalah meningkatkan sekaligus menjalin kerja sama untuk penguatan ekonomi antarnegara, khususnya melalui pengenalan potensi wisata dan IKM di Kabupaten Blitar.
Pemkab Blitar berharap kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dari Timur Tengah, baik untuk berwisata maupun menjajaki kerja sama bisnis. Rijanto juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut, termasuk kemungkinan kedatangan investor asing yang menanamkan modal di Kabupaten Blitar.
Ia menambahkan, para duta besar dan pejabat diplomatik melihat langsung potensi yang dimiliki daerah. Menurutnya, hal itu dapat membantu memperkenalkan sektor wisata, produk unggulan, dan potensi lainnya ke negara-negara di Timur Tengah, Afrika, serta Kepulauan Fiji.
Sementara itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Sunarko menjelaskan Kabupaten Blitar dipilih karena dinilai memiliki beragam potensi yang layak dikenalkan ke tingkat internasional. Ia menyebut potensi tersebut mencakup wisata pantai, budaya, sejarah, hingga alam, serta produk unggulan seperti makanan olahan dan kerajinan.
Sunarko mengatakan kegiatan ini tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan diharapkan berlanjut dalam bentuk kerja sama untuk promosi ke luar negeri. Ia mencontohkan, saat negara-negara terkait menggelar pameran, sejumlah produk unggulan dapat diikutsertakan, termasuk pemetaan produk yang berpeluang dipasarkan maupun destinasi wisata yang potensial untuk dikunjungi.