BERITA TERKINI
Abbas Ucapkan Selamat kepada Trump, Nyatakan Siap Dorong Perdamaian Israel-Palestina

Abbas Ucapkan Selamat kepada Trump, Nyatakan Siap Dorong Perdamaian Israel-Palestina

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan ucapan selamat kepada Donald Trump melalui sambungan telepon atas kemenangannya dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Informasi tersebut disampaikan dalam pernyataan kantor Abbas yang dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa, pada Jumat.

Dalam percakapan itu, Abbas menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan pemerintahan Trump mendatang untuk mengupayakan “perdamaian adil dan menyeluruh” antara Israel dan Palestina. Ia menekankan bahwa upaya tersebut harus berlandaskan hukum internasional serta resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Trump, menurut laporan yang dikutip dari Libyan Express pada Sabtu, 9 November 2024, disebut menyampaikan kepada Abbas komitmennya untuk bekerja sama dengan pihak Palestina dan mitra regional lainnya guna mendorong perdamaian dan menyelesaikan konflik yang berlangsung.

Panggilan telepon ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait perang di Jalur Gaza. Sejak Oktober tahun lalu, Israel menjalankan operasi militer di Gaza yang menewaskan banyak orang, dengan sebagian besar korban disebut sebagai warga sipil Palestina. Operasi tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang meluas.

PBB dan sejumlah badan internasional berulang kali menyerukan gencatan senjata segera di Gaza. Dewan Keamanan PBB juga telah mengeluarkan resolusi yang menuntut diakhirinya kekerasan.

Namun, upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk menengahi gencatan senjata serta pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok pejuang Palestina Hamas di Gaza disebut belum membuahkan hasil.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menghadapi kritik dari masyarakat internasional karena menolak menghentikan operasi militer di Gaza meski jumlah korban sipil tinggi. Pejabat Palestina menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan menerapkan kebijakan hukuman kolektif terhadap penduduk Gaza.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah membuka pemeriksaan pendahuluan terkait situasi di Gaza untuk menentukan apakah diperlukan penyelidikan penuh atas dugaan kejahatan perang oleh pasukan Israel maupun kelompok bersenjata Palestina.

Kekerasan yang kembali meningkat turut meredupkan harapan dimulainya kembali perundingan damai Israel-Palestina yang telah terhenti selama beberapa tahun. Meski demikian, komunikasi antara Abbas dan Trump dinilai dapat mencerminkan kesiapan kedua pihak untuk kembali terlibat dalam jalur diplomasi di bawah pemerintahan baru Amerika Serikat.