BERITA TERKINI
Sektor Keuangan dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Minat Investor Asia Pasifik di Pertemuan ABAC Jakarta

Sektor Keuangan dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Minat Investor Asia Pasifik di Pertemuan ABAC Jakarta

Sektor keuangan dan ketahanan pangan disebut menjadi daya tarik utama bagi investor dari negara-negara Asia Pasifik terhadap Indonesia. Hal itu mengemuka dalam ABAC Meeting I 2026 yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama APEC Business Advisory Council (ABAC) di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 7–9 Februari 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan minat investor APEC terhadap Indonesia mencakup sejumlah sektor strategis yang sejalan dengan kebutuhan global dan agenda pembangunan nasional.

Menurut Anindya, sektor yang paling menonjol adalah keuangan, disusul agribisnis yang terkait pangan dan ketahanan (resilience). Selain itu, ia juga menyinggung perhatian pada bidang kesehatan, termasuk bioteknologi. Isu keberlanjutan turut masuk dalam pembahasan, mencakup energi terbarukan, hilirisasi mineral, serta agenda terkait pusat karbon.

Anindya menilai ABAC menjadi platform penting bagi Indonesia untuk berbagi pengetahuan sekaligus menyerap praktik terbaik dari negara-negara APEC. Ia juga menyoroti rangkaian pertemuan internasional besar yang akan berlangsung pada tahun ini, mulai dari APEC Summit di Shenzhen, China, pada November hingga G20 di Amerika Serikat pada Desember 2026.

Ia menegaskan momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, mengingat peran APEC dalam perekonomian global. Anindya menyebut kawasan APEC merepresentasikan sekitar 40 persen populasi dunia dan mencakup 50 persen perdagangan global.

Dalam konteks Indonesia, ia menyatakan APEC memiliki porsi besar terhadap aktivitas ekonomi nasional. Ia juga menyebut besarnya skala APEC yang, menurutnya, dapat disandingkan dengan forum multilateral seperti G20 namun lebih beragam.

Anindya menambahkan Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah rapat ABAC pertama tahun ini. Pertemuan tersebut dinilai penting karena menjadi ajang penentuan arah kerja dan fokus kelompok kerja ABAC ke depan.

Salah satu fokus utama ABAC tahun ini adalah integrasi regional, terutama integrasi infrastruktur, baik fisik maupun nonfisik. Menurut Anindya, integrasi tersebut menjadi fondasi untuk menarik investasi dan memperkuat perdagangan lintas negara. Selain itu, isu keuangan juga menjadi perhatian, sejalan dengan kontribusi para anggota ABAC Indonesia.