BERITA TERKINI
Sekjen Partai Gelora: Dunia Menanti Kepastian Rencana Serangan AS ke Iran

Sekjen Partai Gelora: Dunia Menanti Kepastian Rencana Serangan AS ke Iran

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menyatakan dunia saat ini menantikan kepastian rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran, apakah benar-benar terjadi atau tidak. Menurutnya, serangan tersebut berpotensi memicu perang dunia ketiga.

“Masalah ini sangat aktual menjadi perbicangan banyak pihak, yang sering dinanti adalah kabar terbaru dari situasi ini, yaitu serangan Amerika ke Iran yang berpotensi memicu terjadinya perang dunia ketiga,” kata Mahfuz.

Pernyataan itu disampaikan Mahfuz dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema “Serangan ke Iran: Benarkah Ambang Pintu Perang Dunia III”, belum lama ini.

Mahfuz menyebut Iran termasuk dalam tujuh negara yang, menurutnya, ditargetkan untuk dihancurkan atau dilumpuhkan secara politik dan militer demi mewujudkan Israel sebagai kekuatan terbesar serta penjamin kepentingan Barat di kawasan Timur Tengah.

Ia merujuk pada dokumen yang disebut dibocorkan mantan Panglima NATO Jenderal Wesley Clark, yang menyatakan Gedung Putih mengagendakan perang militer terhadap tujuh negara dalam lima tahun pascaserangan 11 September 2001 di AS.

“Secara definitif negara yang disebut itu adalah Irak, Suriah, Libanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Ini tujuh negara yang dalam dokumen itu sebagai target dari perang secara militer,” ungkap Mahfuz.

Mahfuz menilai dari tujuh negara tersebut, saat ini hanya Iran yang belum dapat dilumpuhkan secara militer dan politik. Ia menyebut enam negara lainnya sudah bisa dikuasai, bahkan situasinya dinilai nyaris porak-poranda seperti yang terjadi di Libya dan Suriah.

Menurut Mahfuz, agenda tersebut kini dilanjutkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang disebut akan menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya menyerang Iran. Mahfuz menyatakan Trump memandang Iran sebagai pendukung terorisme global, sehingga AS mengumandangkan “global war terrorism”, yang disebutnya sebagai pendekatan baru di era perang dingin.

Mahfuz juga menyebut adanya dokumen lain yang, menurutnya, dijadikan dasar untuk menyerang Iran, yakni dokumen yang disusun tim politisi senior dan penasihat senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

“Dokumen tersebut, mereposisi peta Timur Tengah dan menjadikan Israel sebagai kekuatan paling dominan di Timur Tengah. Dan Iran sebagai ‘the last stone of the region’, sebagai batu terakhir yang masih menjulang kokoh di kawasan Timur Tengah, yang menjadi ancaman bagi Israel,” kata Mahfuz.